RadarBanyuwangi.id - Seri ketujuh dalam kalender Formula 1 musim 2025, yaitu Grand Prix Monaco, akan berlangsung akhir pekan ini di Monte Carlo.
Selain lintasan jalan raya yang sempit dan ikonik, cuaca juga kerap menjadi faktor penting yang memengaruhi jalannya sesi latihan, kualifikasi, dan balapan utama.
Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, cuaca cerah diprediksi mendominasi sepanjang akhir pekan, namun sesi kualifikasi pada Sabtu berpotensi diguyur hujan, yang tentu bisa menjadi faktor penentu dalam hasil akhir balapan.
Jumat, 23 Mei – Free Practice 1 dan 2
- Kondisi: Cerah sebagian, dengan kemungkinan kecil hujan ringan dari arah perbukitan di sore hari. Angin laut sepoi dari selatan.
- Suhu FP1 dan FP2: 22 derajat Celcius
- Suhu maksimum: 23 derajat Celcius
- Suhu minimum: 15 derajat Celcius
- Peluang hujan: 20 persen
Latihan hari Jumat diperkirakan berlangsung dalam kondisi ideal. Tim dan pembalap akan memanfaatkan sesi ini untuk simulasi balapan serta uji strategi ban.
Sabtu, 24 Mei – Free Practice 3 dan Kualifikasi
- Kondisi: Berawan sebagian, lebih tidak stabil dibanding hari sebelumnya. Hujan ringan diperkirakan turun pada sore hari.
- Suhu FP3 dan Qualifying: 22 derajat Celcius
- Suhu maksimum: 23 derajat Celcius
- Suhu minimum: 15 derajat Celcius
- Peluang hujan: 60 persen
Inilah hari yang paling krusial. Dengan peluang hujan mencapai 60 persen, hasil kualifikasi bisa sangat dipengaruhi oleh kondisi lintasan yang berubah cepat. Di sirkuit seperti Monaco, posisi start sangat vital karena overtaking hampir mustahil.
Minggu, 25 Mei – Balapan Utama
- Kondisi: Cerah berawan, tanpa prediksi hujan sepanjang hari. Angin laut ringan dari arah selatan.
- Suhu saat balapan: 22 derajat Celcius
- Suhu maksimum: 23 derajat Celcius
- Suhu minimum: 15 derajat Celcius
- Peluang hujan: kurang dari 20 persen
Balapan utama diperkirakan akan berlangsung dalam kondisi kering dan stabil, memberikan peluang maksimal bagi strategi dua pit stop yang diwajibkan tahun ini. Cuaca cerah juga menurunkan risiko insiden akibat lintasan licin. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi