Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Drama di Tikungan, Alonso Murka, Bortoleto Bingung, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Lap 25?

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 24 April 2025 | 20:35 WIB
Gabriel Bortoleto klarifikasi insiden dengan Alonso di GP Arab Saudi, sebut tak melihat sang mentor dalam balapan yang sulit untuk Kick Sauber.
Gabriel Bortoleto klarifikasi insiden dengan Alonso di GP Arab Saudi, sebut tak melihat sang mentor dalam balapan yang sulit untuk Kick Sauber.

RadarBanyuwangi.id - Pembalap muda Gabriel Bortoleto menghadapi akhir pekan yang penuh tantangan di Grand Prix Arab Saudi 2025, usai terlibat insiden kontroversial dengan mentornya sekaligus pembalap Aston Martin, Fernando Alonso.

Membela tim Kick Sauber, Bortoleto menyelesaikan balapan di posisi ke-18, terakhir dari seluruh pembalap yang berhasil menyentuh garis akhir.

Insiden terjadi pada Lap 25, saat Bortoleto tengah terlibat dalam duel tiga arah melawan Alonso dan pembalap Racing Bulls, Liam Lawson.

Setelah Lawson berhasil menyalip dan naik ke posisi 15, Bortoleto bermanuver ke arah kanan, tak menyadari bahwa Alonso tengah melaju kencang di sisi luar. Kontak ringan pun tak terhindarkan.

Pasca balapan, Alonso menuding Bortoleto melakukan manuver berbahaya, yakni berpindah jalur saat pengereman, aksi yang sangat tidak disukai dalam balapan F1.

“Saya tidak melihat dia (Alonso). Saya hanya tahu ada satu pembalap di belakang saya. Setelah dia menyalip, saya coba membuka tikungan, dan ternyata Fernando ada di sana,” ungkap Bortoleto mengklarifikasi insiden dengan Alonso.

Selain insiden tersebut, Bortoleto juga menyoroti keputusan strategis soal penggunaan ban yang ternyata kurang tepat. Ia memilih pendekatan agresif dalam kualifikasi, meski minim putaran sebelumnya.

Kesalahan saat sesi kualifikasi membuatnya kesulitan di balapan, terlebih karena stok ban yang terbatas.

“Saya hanya punya satu set ban hard dan satu set medium. Keduanya saya gunakan, dan di akhir balapan saya sudah kehabisan ban. Tidak ada lagi cadangan untuk menambah kecepatan,” ujarnya.

“Saya butuh satu minggu libur, untuk pulang, istirahat, dan mengembalikan energi sebelum balapan di Miami,” imbuhnya.

Rekan setim Bortoleto, Nico Hulkenberg, juga tidak mampu mencetak hasil positif di Jeddah. Meski menjalani balapan bersih tanpa insiden, ia menyebut tim masih memiliki pekerjaan rumah besar.

“Balapan berlangsung sangat bersih, hampir tak ada bendera kuning setelah Lap 1. Tapi kami tidak punya kecepatan yang cukup, degradasi ban juga terlalu tinggi,” jelas Hulkenberg.

“Kami tertinggal jauh dari Racing Bulls dan Williams. Strategi kami pun cukup berbeda dibanding yang lain,” tambahnya.

Baik Bortoleto maupun Hulkenberg menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh atas performa tim di Arab Saudi.

Dengan persiapan yang lebih baik, terutama dalam hal strategi ban dan pengelolaan kualifikasi, Kick Sauber berharap bisa tampil lebih kompetitif pada seri berikutnya. “Kami akan meninjau ulang semuanya dan mencoba lagi,” pungkas Hulkenberg. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#insiden Bortoleto Alonso Jeddah #Gabriel Bortoleto F1 2025 #Fernando Alonso Formula 1 #strategi ban F1 Grand Prix Arab Saudi #hasil balap Kick Sauber F1