RadarBanyuwangi.id - Liam Lawson menghadapi tantangan berat dalam debutnya bersama Red Bull setelah gagal lolos dari sesi Q1 di kualifikasi Grand Prix Australia.
Insiden keluar lintasan di tikungan 13 membuatnya hanya mampu menempati posisi ke-18, yang berarti ia harus memulai balapan dari barisan belakang, hanya unggul dari duo Haas, Esteban Ocon dan Ollie Bearman.
Sebelumnya, hari Sabtu (15/3) sudah menjadi ujian tersendiri bagi pembalap asal Selandia Baru ini.
Masalah pneumatik pada unit dayanya membuatnya kehilangan waktu berharga di sesi latihan terakhir dan harus lebih banyak menghabiskan waktu di garasi ketimbang di lintasan.
Ketika tiba saatnya kualifikasi, harapan untuk memperbaiki posisi pupus setelah kesalahan di sektor terakhir.
Lawson mengalami selip di tikungan cepat yang membuat bannya terlalu panas, sehingga kehilangan cengkeraman dan melebar ke luar lintasan.
"Awalnya, lap berjalan cukup baik dan kami berada di jalur yang tepat," ungkap Lawson setelah kualifikasi.
"Namun, saya membuat kesalahan di sektor terakhir. Ban terlalu panas setelah selip besar di tikungan cepat, dan akhirnya saya kehilangan kontrol. Jelas ini kesalahan yang seharusnya bisa dihindari, dan sangat frustrasi karena kami sebenarnya dalam posisi cukup baik," terangnya.
Dengan ramalan cuaca yang memprediksi hujan deras pada hari balapan, Lawson berharap kondisi tersebut bisa membantunya merangsek ke depan.
Ketika ditanya apakah mobilnya cukup kompetitif untuk bertarung di hari Minggu (16/3), Lawson cukup optimis.
"Saya rasa ada peningkatan dibanding kemarin, mobil terasa lebih baik hari ini. Jika hujan turun, itu bisa mengacak strategi dan memberi saya peluang lebih besar untuk maju. Mari kita lihat bagaimana nanti," pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi