Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Anggara Grineta, Pembalap yang Meninggal di Sirkuit Road Race Pantai Marina Boom Banyuwangi: Dari Keluarga Mekanik, Kerap Persembahkan Trofi Juara

Dedy Jumhardiyanto • Selasa, 9 Juli 2024 | 07:30 WIB
BERPRESTASI: Sederet piala dan piagam penghargaan yang diraih Anggara Grineta dalam ajang kejuaraan balap motor.
BERPRESTASI: Sederet piala dan piagam penghargaan yang diraih Anggara Grineta dalam ajang kejuaraan balap motor.

Radarbanyuwangi.id - Anggara Grineta, 34, pembalap motor road race asal Dusun Dusun Gayam Kidul, RT01, RW01, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh yang meninggal saat berlaga dalam ajang BOSC Road Race Kapolresta Cup 2024 di Pantai Boom Banyuwangi pada Minggu (7/7/), atlet berprestasi yang beberapa kali menjuarai balap motor.

Suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga besar Anggara Grineta, 34, di Dusun Dusun Gayam Kidul, RT01, RW01, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh. Sejumlah karangan bunga yang menyatakan belasungkawa, tampak berjejer di depan rumah, seperti dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Juga ada sejumlah pejabat seperti  Plt Kepala Disbudpar Banyuwangi Taufik Rohman, Plt Camat Singojuruh Anas Sugiarto bersama Kapolsek Singojuruh AKP Arif Wahyudi.

Anggara Grineta yang meninggap pada Minggu (7/7), jenazahnya baru dikebumikan pada Senin (8/7) pagi dipemakaman umum Dusun Gayam, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh.

“Kami sangat kehilangan, karena semasa hidupnya Angga ini anak yang baik, sopan santun, dan tidak punya catatan buruk di lingkungan,” ungkap Kepala Desa Gumirih, Murai Ahmad.

Angga lahir dari keluarga mekanik. Ayahnya, Wageri, 57, salah satu mekanin yang boleh dibilang handal. Bahkan ilmu mekanik itu juga diwariskan kepada ketiga putranya. “Sekeluarga memang menggeluti dunia mekanik motor, termasuk Angga,” jelas Murai.

Angga anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya membuka bengkel motor yang ilmunya didapat dari sang ayah, Wageri.

HARI TERAKHIR: Anggara Grineta saat menjajal motornya sebelum terjun di lintasan sirkuit Pantai Boom pada Minggu (7/7).
HARI TERAKHIR: Anggara Grineta saat menjajal motornya sebelum terjun di lintasan sirkuit Pantai Boom pada Minggu (7/7).

Rudi selaku putra sulung dan Angga putra kedua pasangan suami istri Wageri dan Luluk Sulastri, membuka bengkel otomotif.

“Pas ada perlombaan ajang balap motor, sekeluarga ikut semua sebagai tim dan hadir di lokasi,” terang Kepala Dusun Gayam Kidul, Miswan.

Bagi Miswan, Angga itu dikenal dari keluarga mekanik. Meski seorang pembalap motor, tidak pernah ugal-ugalan dalam mengendarai motor di jalan. “Kalau naik motor biasa, tidak pernah ugal-ugalan dan ngebut,” katanya.

Itu beda di arena sirkuit balapan. Angga memiliki keberanian dalam memacu kuda besi. Sejak kecil, mampu menunjukkan bakatnya dalam balap motor dan sering ikut kejuaraan.

Di rumahnya berderet piala dan piagam penghargaan dalam berbagai ajang kejuaraan balap motor.

Dari sejumlah piala yang berderet itu, Angga pernah meraih juara Kejurda balap motor Piala Bergilir Kapolres Banyuwangi pada 2022, juga menjuarai Dandim Cup Road Race Championship dalam berbagai kategori. “Kalau prestasinya banyak dan memang sering langganan juara balap motor,” katanya.

Mengenai kronologis kecelakan yang merenggut nyawa Angga di arena balapan, Miswan mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Kalau yang dikeluhkan soal sirkuit dan penanganan medis yang terlambat, kemungkinan terjadi benturan keras dibagian leher dan rahang, padahal helm masih terpakai,” katanya.

Informasi meninggalnya pembalap Anggara Grineta memang masih simpang siur. Ada yang menyatakan Angga tersenggol saat berada di lintasan sirkuit, dan sempat mengerem hingga akhirnya terpelanting dan terjatuh.

Versi lainnya, bapak dua anak itu kecelakaan saat melintas di salah satu tikungan sirkuit, kemudian terlempar dari kendaraan dan membentur trotoar.

Sekadar informasi, ajang balap road race BOSC Kapolresta Cup 2024 di Pantai Boom Banyuwangi digelar selama dua hari, Sabtu (6/7) dan Minggu (7/7).

Ajang tersebut diikuti oleh pembalap dari Jawa dan Bali. Para pembalap memperebutkan juara dalam beberapa kelas, mulai dari kelas utama, karesidenan Besuki, point open, lokal, point pemula, hingga kelas exhibition dan ex-riders.(abi)

 

Editor : Niklaas Andries
#sirkuit #raod race #kejuaraan balap motor #balap motor #bosch #kapolresta banyuwangi #Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani #Pantai Marina Boom Banyuwangi #singojuruh #piala