Turnamen tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Ipuk Fiestiandani. Pertandingan perdana mempertemukan dua tim asal Kelurahan Kertosari dan Panderejo melawan Pengantigan dan Singotrunan. “Turnamen ini merupakan ajang mempererat persaudaraan antar warga sekaligus mencari bibit-bibit atlet voli potensial dari desa-desa di Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Gala Desa ini diikuti 216 tim yang berasal dari seluruh kelurahan dan desa se-Banyuwangi. Turnamen diawali dengan pertandingan di level kecamatan.
Ipuk mengatakan, hampir di semua desa kerap digelar kejuaraan voli. Berkaca pada fenomena tersebut, Pemkab Banyuwangi menggelar gala desa.
“Kami berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan semangat olahraga dan kebersamaan di kalangan masyarakat Banyuwangi,” tuturnya.
Selain itu, imbuh Ipuk, gala desa seperti ini juga menggeliatkan ekonomi arus bawah. Sepanjang penyelenggaraan, para pedagang kecil mendapatkan limpahan rezeki dari para pembeli.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora M. Alfin Kurniawan mengatakan, turnamen ini menggunakan sistem gugur dengan babak penyisihan di tingkat kecamatan. Babak penyisihan berlangsung mulai 23 Juni hingga 15 Agustus.
“Masing-masing juara di tingkat kecamatan akan bertanding di Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun 21 Agustus mendatang. Mereka akan memperebutkan total hadiah Rp 50 juta,” pungkasnya. (sgt)
Editor : Niklaas Andries