RadarBanyuwangi.id – Kedatangan Aldhea Azarina Bharata ke Banyuwangi yang baru pulang dari Portugal disambut bak pahlawan, Kamis (7/12).
Begitu turun dari pesawat di Bandara Banyuwangi, atlet karate yang baru saja mempersembahkan dua medali emas tersebut disambut dengan kalungan bunga oleh Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno dan Ketua FORKI Banyuwangi I Wayan Redhita.
Sebelum melanjutkan perjalanan menuju sekolahnya di SDN 1 Mojopanggung, Dhea sempat bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas.
Mantan bupati Banyuwangi tersebut memberikan selamat kepada Dhea atas prestasinya yang telah mengharumkan nama Indonesia dan Banyuwangi. Anas juga memberikan bonus kepada Dhea secara langsung dari saku pribadinya.
Setelah bertemu Menpan-RB, siswa kelas VI SDN 1 Mojopanggung itu diarak menggunakan kendaraan bak terbuka.
Sepanjang jalan dari bandara hingga SDN 1 Mojopanggung, Dhea dielu-elukan bak pahlawan.
Ratusan murid SD dan masyarakat yang sejak siang berdiri di pinggir jalan memberikan sambutan hangat. Mereka melambaikan tangan dan mengibarkan bendera merah putih ukuran kecil.
Sambutan paling meriah terlihat saat Dhea tiba di SDN 1 Mojopanggung tempat dia belajar. Ratusan siswa antusias menyambut kedatangan anak pasangan Agung Bayu Bharata dan Rina Mayasari itu.
Rekan-rekannya menyiapkan yel-yel khusus untuk menyambut kedatangan sang juara.
Melihat sambutan yang luar biasa, Dhea tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ia mencoba menahan air mata saat bertemu dengan rekan sekolahnya. Apalagi, teman-temanya terus mengelu-elukan nama Dhea.
Di depan rekan-rekan dan gurunya, Dhea sempat menyampaikan bagaimana perjuanganya bisa memenangi dua medali emas di nomor Kata dan Kumite pada kejuaraan internasional di Portugal.
Dhea yang menekuni karate sejak duduk di bangku kelas 2 SD itu mengaku selalu rutin berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan. Mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Kejuaraan The MIKO menjadi kali pertama di level dunia bagi bungsu dua bersaudara ini. Meski debutan baru, ia merasa tak ada beban hingga mampu memenangkan seluruh nomor yang diikuti.
”Keberhasilan ini berkat kerja keras dan latihan yang konsisten. Saya nggak menyangka bisa menjadi juara,” kata Dhea sembari menyeka air matanya.
Dengan raihan prestasi kelas dunia tersebut, Dhea berkomitmen untuk terus menekuni olahraga karate.
Bahkan, dalam waktu dekat, dia mengincar kejuaraan tingkat Asia (AKF) dan dunia (WKF) yang akan diselenggarakan pada tahun mendatang.
”Yang penting terus berusaha dan tidak menyerah saat gagal, kalau gagal coba lagi. Lawan paling berat di Portugal kemarin adalah atlet tuan rumah saat bertemu di semifinal,” terang Dhea.
Pelatih karate Dhea, Firda Dian Pramana menambahkan, langkah anak didiknya meraih juara penuh dengan perjuangan. Dhea sempat terkena flu begitu tiba di Portugal.
Namun, atlet andalan Banyuwangi itu tetap bertahan hingga mampu menembus partai final dan memenangkan pertandingan.
Firda mengatakan, sejak masa persiapan dia selalu menanamkan agar Dhea tetap bersemangat. Secara rutin, Firda menghubungi Dhea lewat sambungan telepon dan video call untuk memberinya semangat.
”Saya bilang ke dia, ini pertandingan internasional. Lawan dari penyisihan sampai final tidak ada yang tidak bagus. Jadi, harus mempersiapkan diri lebih dari pertandingan yang tingkat nasional. Saya juga tak menyangka ia bisa juara,” ungkap Firda.
Di usia Dhea yang masih belia, Firda berharap atletnya itu bisa terus mengukir prestasi di bidang karate.
Apalagi, selama beberapa tahun terakhir, baru Dhea yang bisa menembus level internasional dan meraih juara.
”Saya ingin ada atlet Banyuwangi yang turun di SEA Games dan Asian Games, semoga Dhea bisa ke sana,” harapnya.
Rasa bangga juga ditunjukkan kedua orang tua dan guru-guru Dhea. Mereka tak menyangka Dhea bakal menjadi yang terbaik dalam kejuaraan internasional.
”Saya sempat deg-degan. Dia berkarir di karate tanpa didampingi keluarga, saya selalu menonton pertandinganya. Alhamdulillah, juara,” ucap ibu Dhea, Rina Mayasari.
Kepala SDN 1 Mojopanggung Suheni mengatakan, banyak yang tidak mengira Dhea merupakan seorang karateka yang sangat berbakat. Di sekolah, dia terkenal supel, namun irit bicara.
”Prestasinya juga bagus, tidak mengira ternyata prestasinya luar biasa,” kata Suheni.
Aldhea Azarina Bharata sukses membawa pulang dua medali emas dalam ajang Maia International Karate Open (MIKO) yang berlangsung di Portugal pada tanggal 2 sampai 3 Desember 2023.
Dua medali emas dipersembahkan Dhea dari kelas Kumite +40 kilogram female dan Kata perorangan female U-10–11.
Dhea mewakili tim Indonesia bersama 16 pelajar lainnya dari berbagai daerah di tanah air. Prestasi moncer ini tak hanya membanggakan Banyuwangi.
Dhea ikut mendongkrak prestasi tim Indonesia yang didampingi Pengurus Besar (PB) Forki dan Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas) Kemendikbudristek dalam event bergengsi tersebut. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin