Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BRCC Torehkan Sejarah, Jadi Tim Terbaik Kedua International Tour de Banyuwangi Ijen 2024

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 26 Juli 2024 | 21:04 WIB
Pembalap dari tim BRCC, Sholeh, bertarung sengit dengan Maulana Asnan (dari tim Nusantara) di tanjakan maut Erek-Erek.  Dari sisi kiri, Founder BRCC Guntur Priambodo menyemangati Sholeh.
Pembalap dari tim BRCC, Sholeh, bertarung sengit dengan Maulana Asnan (dari tim Nusantara) di tanjakan maut Erek-Erek. Dari sisi kiri, Founder BRCC Guntur Priambodo menyemangati Sholeh.

RadarBanyuwangi.id – Sebuah catatan sejarah ditorehkan tim balap sepeda Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC).

Tim kebanggaan Banyuwangi itu berhasil finis di peringkat kedua dalam team general classification hingga akhir etape keempat International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI).

BRCC menempati urutan kedua di bawah tim asal Malaysia Terengganu Cycling Team yang menjadi juara pertama pada general classification.

Hasil itu tak lepas dari perjuangan dua pembalap climber BRCC, Jack Drage dan Abdul Soleh, yang berhasil menaklukkan tanjakan ”neraka” Erek-Erek sampai finis di Paltuding dengan  nilai yang cukup bagus.

Ketua BRCC Guntur Priambodo mengatakan, hasil ini sangat membanggakan bagi timnya.

Sejak awal Guntur hanya menargetkan masuk ke dalam lima besar atau maksimal tiga besar dari general classification.

Namun hasilnya, BRCC justru berhasil menempati peringkat kedua.

Tak hanya dari sisi tim, Abdul Soleh juga masuk di peringkat kedua Indonesian rider.  

”Sejak awal kami mempersiapkan empat climber dan satu all-rounder. Tapi di tengah jalan tersisa empat climber. Dan, mereka berhasil menaklukkan Ijen,” kata Guntur.

Pria yang juga Ketua ISSI Banyuwangi itu mengakui jika balapan tahun ini cukup berat.

Banyak pembalap dengan kualifikasi pro tour yang rela turun berjibaku di ITdBi. Hal itu juga yang membuat persaingan antarpembalap cukup berat.

Belum lagi ada tim-tim yang memang sejak awal menyiapkan pembalap bertipe climber untuk bertarung.

”Ini sesuai dengan harapan kami, akhirnya bisa masuk di peringkat kedua. Jack dan Soleh menjalankan strategi sesuai yang kami siapkan sejak awal,” ucap Guntur. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#erek-erek #International Tour de Banyuwangi Ijen #tanjakan neraka #2024 #Banyuwangi Road Cycling Community #itdbi #BRCC #tour de ijen #banyuwangi