Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

 ITdBI 2024 Etape Ketiga, Dominasi Pembalap Asing Mulai Terkikis, BRCC Masuk 3 Besar Tim Terbaik: Imam Arifin Rebut Ijen Jersey dari Ryan Cavanagh

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 25 Juli 2024 | 04:21 WIB

SUPORTER DADAKAN: Emak-emak yang pulang dari sawah melambaikan tangan kepada pembalap saat melintas di dekat Pabrik Gula Glenmore, Rabu (24/7).  
SUPORTER DADAKAN: Emak-emak yang pulang dari sawah melambaikan tangan kepada pembalap saat melintas di dekat Pabrik Gula Glenmore, Rabu (24/7).  
Radarbanyuwangi.id - Dominasi pembalap asing dalam event International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) mulai terkikis. Di etape ketiga dengan rute sepanjang 175,3 kilometer Rabu (24/7), pembalap Indonesia Muhamad Imam Arifin dari tim Nusantara berhasil merebut Ijen Sulfur Jersey (yellow jersey) dari pembalap Kinan Racing Team, Ryan Cavanagh.

Pembalap asal Australia yang selama dua etape sebelumnya memegang Ijen Sulfur Jersey harus rela melepaskan dominasinya.

Hasil ini cukup mengejutkan karena selama beberapa edisi ITdBI, prestasi yang sebelumnya disebut yellow jersey ini selalu dikuasai pembalap asing.

”Target saya dari awal hanya bertahan dari KOM. Waktu turunan, saya lihat hanya ada Boris, tidak ada Ryan. Saya terus berusaha,” kata Imam.

Imam memang bukan pembalap yang mencapai finis tercepat di etape ketiga. Peringkat pertama dalam balapan yang mengambil start di Doesoen Kakao, Kecamatan Glenmore dan finis di kantor Pemkab Banyuwangi adalah Oskar Ferei Nisu dari Quick Panda Podium Mongolia Team. Oskar mencatatkan waktu 3 jam 48 menit dan 54 detik.

Sedangkan Imam finis di peringkat kedua. Sedangkan urutan ketiga diraih Jamalidin Novardianto dari Dr. J Cycling Team. Sementara Ryan Cavanagh pemegang Ijen Sulfur Jersey sebelumnya finis di peringkat 52.

”Saya mendapat tambahan waktu enam detik sehingga mendapat Ijen Sulfur Jersey. Ini benar-benar kejutan,” imbuhnya.

Prestasi Imam sebagai pembalap Indonesia menular pada tim-tim lokal lainnya. Pontianak Wijaya Racing Team masuk peringkat pertama pada stage team classification. Begitu juga dengan tim kebanggaan Banyuwangi. BRCC masuk peringkat ketiga dalam stage team classification dan best Indonesia team.

Jalannya balapan di etape ketiga berlangsung sengit. Sejak kilometer awal sudah terdapat pembalap yang berusaha untuk breakaway.

Lepas dari kilometer 125, jalan tanjakan mulai dirasakan oleh para pembalap. Tanjakan dimulai dari Desa Macan Putih menuju Pakel. Titik KOM berada di kilometer 141,3 Pakel.

Daerah Pakel memiliki tingkat elevasi 700 mdpl dengan gradien (kemiringan) 21 derajat.  Di puncak Pakel beberapa pembalap mulai melakukan breakaway. Mereka berupaya memacu tenaga untuk mempertahankan power mengatasi KOM.

Pembalap tercepat di etape 3 Nisu Oskar dari tim Ferei Quick Panda Podium Mogolia mengatakan, etape 3 menjadi race paling sulit sejauh ini. Selain harus mengatasi rute panjang, mereka juga harus mengatasi KOM yang cukup tajam.

”Saya bahagia, Tour de Ijen menjadi kemenangan pertama saya di event UCI. Etape ini memang sulit, apalagi di KOM Pakel. Tapi, saya yakin saya bisa mengejar ketika turunan dan akhirnya berhasil menjadi yang terdepan,” kata Nisu.

Setelah menuntaskan etape terpanjang 175,3 kilometer, klasemen pembalap di semua jersey berubah. Jersey Ijen Sulfur (pimpinan lomba) yang sejak etape pertama dikenakan Ryan Cavanagh (Kinan Cycling Team Jepang), kini direbut M.Imam Arifin.

Kemudian G-Land Jersey (penanda pemilik poin terbanyak) juga direbut oleh Laas Martin dari Ferei Quick Panda Podium Mogolia. Sedangkan Rebound Jersey (penanda raja tanjakan/King of Mountain) beralih ke pembalap Aisan Racing Jepang, Masahiro Ishigami.

Masahiro mengatakan, tanjakan di Pakel tidak mudah ditaklukan, apalagi ada banyak turunan di lokasi tersebut. ”Saya berhasil mengatasi KOM, tapi kaki saya kosong rasanya (setelah mengatasi tanjakan),” ucapnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam penyerahan trofi mengatakan, event yang digelar Pemkab Banyuwangi seperti ITdBI membuat Banyuwangi memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi, para peserta yang datang adalah pembalap bagus dari luar negeri.

”Kita akan bangun beberapa konektivitas ke Banyuwangi untuk mempermudah akses masyarakat ke Banyuwangi, termasuk kereta langsung dari Jakarta ke Banyuwangi,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Niklaas Andries
#International Tour de Banyuwangi Ijen #2024 #nasional #brcc banyuwangi #itdbi #event #glenmore #pembalap asing #banyuwangi