Selain itu, mereka juga berharap agar operator dan tenaga kebersihan bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil negara (PNS). ”Usulan kenaikan honor maupun pengangkatan PNS menjadi aspirasi yang banyak disampaikan oleh kepala sekolah. Maka, akan ditindaklanjuti dalam rapat internal di DPRD. Sehingga apa yang diharapkan kepala sekolah bisa tercapai,” terang Wakil Ketua Komisi IV DPRD Situbondo Tolak Atin usai pertemuan.
Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Situbondo Siti Aisyah mengatakan, menaikkan honor tenaga operator maupun tenaga kebersihan memang perlu. Sebab, mereka dinilai memiliki kontribusi untuk terlaksananya proses pembelajaran di sekolah dengan baik. ”Kami juga sepakat kalau ada kenaikan untuk honor para operator maupun tenaga kebersihan. Karena selama ini peran mereka juga sangat besar,” kata perempuan yang akrab disapa Bu Is itu.
Bu Is mengaku, rencana tersebut belum bisa terealisasi saat ini. Sebab, kemampuan keuangan daerah masih terbatas. ”Kemarin saya sudah sampaikan kepada Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) bagaimana kalau setiap tenaga operator maupun tenaga pendidik ini honornya ditambah. Setelah dihitung-hitung ternyata anggaran tidak cukup,” ungkapnya.
Bu Is mengatakan, Dinas Pendidikan saat ini hanya bisa menaikkan honor guru PAUD setiap bulan. ”Kalau dulu itu guru PAUD honornya Rp 250 ribu sekarang menjadi Rp 350 ribu. Itu pun awalnya kami usulkan ke Bappeda bisa mencapai Rp 500 ribu, tapi lagi-lagi keuangan daerah tidak cukup,” jelasnya.
Masih kata Bu Is, honor guru PAUD yang hanya sebesar Rp 350 itu dinilai juga masih belum memenuhi kesejahteraan guru. Sebab, tugas yang dikerjakan sebagai guru PAUD lebih berat dibandingkan guru SD atau SMP. ”Kami akui masih belum maksimal untuk menyejahterakan guru PAUD. Jadi sebetulnya semua guru honorer kemudian tenaga pendidik lainnya bisa menerima honor yang lebih besar. Sehingga kesejahteraan hidupnya juga jauh lebih baik,” tuturnya.
Bu Is menambahkan, untuk pengangkatan jabatan masih akan dibahas kembali. Ini dilakukan untuk mengetahui jumlah petugas tersebut. ”Kami data dulu untuk pengajuan formasi,” pungkasnya. (wan/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal