Ketua Paguyuban Alun-alun Situbondo Didik menyebutkan, kenaikan jumlah pengunjung disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, orang yang ingin berbelanja ke toko baju pasti memarkir kendaraannya di Alun-Alun Situbondo. Selain itu, juga karena banyaknya warga yang datang untuk ngabuburit dan buka bersama di alun-alun.
”Alhamdulillah, pengunjung cukup banyak. Soalnya banyak warga yang mau belanja berhenti di sini (alun-alun), dan yang sudah belanja pasti ke sini juga. Untuk parkir saja dalam semalam bisa dapat Rp 600 ribu,” ungkap Didik.
Kata dia, dampak banyaknya pengunjung, PKL di dalam alun-alun juga merasa senang. Sebab, dagangan mereka laris dibeli. ”Sejak bulan Ramadan, rata-rata pedagang mendapatkan hasil hingga 20 persen. Dan dipastikan semakin meningkat. Soalnya kalau mendekati Lebaran pasti lebih banyak lagi pengunjung yang datang,” katanya.
Dikatakan, khusus bulan Ramadan semua PKL diperbolehkan berjualan di Alun-Alun Kota Situbondo secara bersamaan. Alasannya, pedagang yang jualan pagi ditutup untuk menghormati bulan Ramadan. ”PKL secara keseluruhan ada 130 orang. Jualan dari sore hingga malam. Habis Ramadan, pasti kembali ke pengaturan semula, yang pagi ya jualan pagi, yang malam harus jualan malam,” tegas Didik. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal