Tiga tim tersebut adalah Persewangi Banyuwangi, Banyuwangi Putra,dan Mitra Surabaya.
Sedangkan satu tim asal kota gandrung yang gagal menapak babak 32 besar yakni Perseta Tulungagung.
Perseta yang kini berhome base di Wongsorejo usai merger dengan Batara FC hanya mampu finish diposisi ketiga klasemen akhir.
Laskar Badai Laut Selatan mengemas dua poin dari hasil dua kali seri dan sekali kalah. Meski demikian hal ini tidak membuat manajemen Perseta Tulungagung berkecil hati.
Kegagalan ini disebut bisa menjadi batu loncatan bagi skuad Perseta untuk bisa mempersiapkan diri lebih baik tahun depan.
“Kami fokus pembinaan dan bisa tampil dengan skuad paling muda di babak ini,” ujar Untung Al Akbar.
Bermaterikan pemain lokal asli Wongsorejo berusia rata-rata 20 tahun. Perseta tampil tidak terlalu buruk.
Laga perdana Perseta mampu mengimbangi Persebo 1964 Bondowoso, 0-0. Kekalahan justru dialami dari tim bertabur bintang, Mitra Surabaya.
Diprediksi bakal menjadi lumbung gol, Gawang Perseta hanya mampu dijebol dua kali saja oleh Iwan Sampurno dkk.
Sedangkan dipertandingan terakhir, Perseta bermain imbang 0-0 lawan Persikapro Probolinggo. (*)
Editor : Niklaas Andries