RadarBanyuwangi.id - Kabar mengejutkan datang dari dunia sepakbola Eropa. Thiago Alcantara, pesepakbola Spanyol memutuskan pensiun di usia yang belum terlalu uzur, 33 tahun.
Pensiunnya mantan pemain akademi Barcelona itu, diumumkan jurnalis sepakbola beken, Fabrizio Romano, Minggu (7/7) malam WIB.
Thiago diumumkan gantung sepatu setelah beberapa bulan merencanakan pensiun.
"EKSKLUSIF: Thiago Alcantara memutuskan pensiun dari sepakbola profesional. Eks pemain Barca, Bayern, Liverpool, dan Spanyol itu telah membuat keputusannya," tulis akun X Fabrizio Romano.
Tim Inggris, Liverpool jadi klub terakhir yang mendapat jasa pemain yang berposisi sebagai gelandang ini.
Kontraknya di Anfield berakhir pada 30 Juni lalu dan dia berstatus bebas transfer sebelum memutuskan pensiun.
Lalu tim mana saja yang dulunya pernah menampung kakak kandung Rafinha Alcantara ini?
Thiago merupakan lulusan akademi Barcelona La Masia dan debut di tim senior pada 2009.
Saat itu, usia Thiago yang lahir di keluarga sepakbola, masih 18 tahun dan bermain di Camp Nou hingga 2013.
Di Barcelona, Thiago sukses mempersembahkan 10 gelar bergengsi termasuk 4 trofi LaLiga dan 1 gelar Liga Champions.
Merasa banyak pesaing di lini tengah Barca, dia kemudian pindah ke Bayern Munich pada 2013 dan bertahan di sana hingga 2020.
Benar saja, saat itu trio gelandang legenda Barcelona yakni Sergio Busquets, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta masih di puncak performa mereka.
Bayern Munich jadi klub di mana bakat Thiago berkembang pesat.
Di bawah asuhan Pep Guardiola yang sebelumnya melatih Barca, 15 trofi diantarkannya ke Allianz Arena.
Itu termasuk di antaranya 7 gelar Bundesliga beruntun dan 1 trofi Liga Champions.
Thiago melanjutkan petualangannya di Liverpool pada 2020.
Meskipun cedera berkepanjangan menghambat kariernya di Anfield, tapi dia tetap sukses mempersembahkan gelar Piala FA dan Carabao Cup buat The Reds.
Di level Timnas, Thiago memilih untuk memperkuat Timnas Spanyol, meskipun dirinya mempunyai darah Brazil dari ayahnya.
Dia mencatatkan 46 caps buat La Furia Roja sejak 2011 hingga 2021. (sas)
Editor : Salis Ali Muhyidin