apa yang dilakukan algoritma pada angka
lima belas ribu rupiah
rangkaian instruksi
dari hitung-hitungan dalam sepi
seperti bidak-bidak catur melangkah pasti
seluruh orkestrasi
logis, sistematis, fantastis
pada hitungan lima belas ribu rupiah
delapan hingga sepuluh ribu gizi terolah
tiga ribu operasional diolah
dua ribu fasilitas program mengolah
“not responding”, tekan “enter”,
tapi “not responding”, tekan “delete”,
tetap “not responding”
orkestrasi algoritma dalam angka
lima belas ribu rupiah
sebelum “reset”, terbaca di layar monitor
: mubazir!
pada hitungan lima belas ribu rupiah
data terolah
keluaran begitu nyata
logis
sistematis
fantastis
sebagian orang jadi kaya, negara lesu darah
2026
Supali Kasim
Tiap Siang Makan Angin
tiap siang ia makan angin
bukan karena angin itu dikunyah-kunyah
lalu ditelan dan masuk pencernaan
sampai hitungan tiga bulan ia selalu makan angin
tiap siang, dan tangannya tak kuasa menolak
ompreng yang mendekatinya
tapi ompreng tak bersajikan angin
tapi ia selalu makan angin
tiap siang, siang yang penuh angin
pada hitungan tiga bulan itu
angin selalu susupkan kabar
ibu-ibu kantin sekolah bermata sayu
asongan tepi jalan sekolah berwajah lesu
pada bulan keempat minggu pertama
angin santer menerpa
ompreng mendekat, ia menghindar
pada bulan keempat minggu kedua
angin makin santer menerpa
ompreng memburu, ia berlari jauh
(bukankah tiap pagi dan sore
ia, sopir dan mobil keluarga selalu bersama
uang saku sekolah bukan bernilai ompreng
tapi tiap siang ompreng mencarinya)
pada bulan kelima ia tersenyum membaca
“sekolah ini tidak lagi menerima ompreng”
sekali lagi terbaca
mata binar ibu-ibu kantin sekolah
wajah semringah asongan tepi jalan depan sekolah
dan tiap siang ia tak mungkin lagi makan angin
2026
Supali Kasim
Laju Ompreng dalam Kuda Bersayap ke Surga
kakek bercerita tentang kuda bersayap
terbuat dari batu permata
membawa ke manapun kita
dari surga kembali ke surga
(sebagai anak kecil, ia terpana)
bapak bercerita tentang kuda bersayap
yang menunggu di surga
ialah amal perbuatan kita
(sebagai remaja, ia terpana)
di televisi ada yang berpidato
tentang kuda bersayap
membawa kebaikan berupa makanan
untuk anak-anak sekolah
(sebagai anak sekolah, ia terpana)
di ruang dialektika
tak tertera undang-undang
tergerus berbagai anggaran
dan diam-diam rupiah melesukan
(sebagai dewasa, ia terpana)
tapi laju ompreng dalam kuda bersayap
tiap butir makanannya
entah membawa ke surga
2026
Supali Kasim
Berderet Kata-kata
satu kata, dari berderet kata-kata
menyusup di sela pikirmu
--yakinlah, ini hanya nalurimu--
di atas ompreng itu karbohidrat, vitamin,
mineral, lemak, ulat beranak-pinak,
bermanja-manja
dan aku makin mencium
berderet kata-kata
bau busuk itu
2026
Supali Kasim
Kepul Dapur Dini Hari
sebuah dapur adalah api
lalu berkeliaran asap
--tak ada asap bila tak ada api--
api dinyalakan berbarengan
dengan bunyi-bunyi
ironi
dini hari mestinya tidur lelap
kelana mimpi
apalagi yang akan pasrahkan
seperti orang mati
bukan mati, hanya pasrah diri
tapi kepul dapur membubung
nyala api memanas dengan suhu tinggi
memeram sanubari
betapa kepul dapur dini hari
berputar-putar tak temukan celah udara
--tak ada dapur bila tak ada anggaran--
di luar, barisan panjang
ompreng berkaleng-kaleng
menggeleng
2026
Supali Kasim
Bau Mulut yang Berembus
sebenarnya hanya bau mulut
berembus, dan hanya di sekelilingnya
sekeliling yang juga sudah bau
bukan aroma
kemudian diharum-harumkan
menyerupai aroma
apakah paru-parunya sudah parah
karbon dioksida, uap air, dan banyak sisa metabolisme
: gelembung-gelembung angkuh
gas yang terdorong lewat tenggorokan
dan seperti meriam, lambungnya
hanya udara kotor berlebih, terperangkap
meletuskan sendawa
tembakan menakut-nakuti demonstran
apakah bau mulut
bersumber dari gizi di perut
tapi bukan gizi
kemudian diharum-harumkan
dan ulat-ulat berebut dengan lalat-lalat
yang berhambur dari mulut-mulut
yang berbau
2026
Supali Kasim
Sepotong Rindu di Atas Ompreng
di atas ompreng sudah lama tak ada notula
tentang cinta
hanya gairah berahi
narasi tentang hormon estrogen meraih laba
sebanyak-banyaknya
deskripsi tentang hormon testosteron
mendesak-desak
ejakulasi dini ke puncak gunung harta
jikapun tanda siklus estrus
seperti hewan
dalam argumentasi tak mengapa
hanya berserak kuitansi dan nota
huruf-huruf aji mumpung, angka-angka linglung
sebab di atas ompreng sudah lama
merindukan daging sapi, sayur dan buah segar
dan sepotong rindu, menggebu
cinta yang agung, nurani yang luhur
bukan hormon berahi
memperkosa negeri
2026
Editor : Ali Sodiqin