130 Penari Grade A Digembleng di GOR Tawang Alun, Gandrung Sewu 2026 Masuk Tahap Krusial

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 03:30 WIB
LEADER: Sebanyak 130 penari pilihan dari berbagai kecamatan digembleng dalam workshop intensif selama tiga hari. di Lapangan Tenis Indoor GOR Tawang Alun sejak Kamis (17/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
LEADER: Sebanyak 130 penari pilihan dari berbagai kecamatan digembleng dalam workshop intensif selama tiga hari. di Lapangan Tenis Indoor GOR Tawang Alun sejak Kamis (17/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Gandrung Sewu 2026 mulai memasuki fase penentuan. Sebanyak 130 penari pilihan dari berbagai kecamatan di Banyuwangi digembleng selama tiga hari untuk menguasai materi koreografi berdurasi 45 menit sebelum ditularkan kepada sekitar 1.300 penari yang akan tampil dalam pergelaran kolosal di Pantai Boom Marina, 24 Oktober mendatang.

Lokakarya intensif tersebut dimulai Kamis (17/9) di Lapangan Tenis Indoor GOR Tawang Alun Banyuwangi. Para penari yang mengikuti workshop bukan sekadar peserta biasa. Mereka merupakan penari grade A yang diproyeksikan menjadi pemimpin kelompok atau leader di masing-masing kecamatan.

Tugas mereka pun tidak berhenti setelah tiga hari pelatihan. Begitu kembali ke daerah masing-masing, 130 penari tersebut akan menjadi perpanjangan tangan tim koreografer pusat untuk mengajarkan seluruh materi kepada anggota kelompok di kecamatan masing-masing.

45 Menit Materi Tari Dikebut Tiga Hari

Sekretaris Panitia Gandrung Sewu Bhogi Bayu mengatakan, 130 peserta lokakarya merupakan hasil penyaringan di tingkat kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan sekitar tiga hingga enam penari terbaik.

Sebagian besar peserta merupakan asisten pelatih dan penari sanggar yang telah memiliki pengalaman. Kualifikasi tersebut menjadi pertimbangan penting karena mereka harus mampu menyerap sekaligus menyempurnakan seluruh materi tari dalam waktu yang relatif singkat.

“Mereka harus menguasai materi harian berdurasi 45 menit hanya dalam waktu tiga hari. Karena itu, kualifikasi yang dipilih tidak boleh asal-asalan. Mereka datang ke sini untuk melakukan mastering atau menyempurnakan seluruh gerakan,” tegas Bhogi.

Selama Kamis hingga Sabtu (19/9), para penari akan menjalani pematangan materi secara intensif. Gerakan demi gerakan diperdalam agar nantinya tidak hanya hafal, tetapi juga mampu menyampaikan koreografi secara tepat kepada penari lain di daerah asal.

Tahap ini menjadi penting karena Gandrung Sewu bukan pertunjukan yang hanya mengandalkan kemampuan individu. Ribuan gerakan harus menyatu dalam pola lantai, tempo, dan ritme yang sama ketika seluruh penari tampil secara bersamaan.

130 Penari Jadi Mata Rantai Koreografi

Setelah lokakarya selesai, para penari grade A akan kembali ke kecamatan masing-masing. Di sana mereka bertugas mentransfer materi yang diperoleh dari tim koreografer pusat kepada anggota grup.

Satu grup nantinya rata-rata terdiri atas 10 hingga 12 penari. Dengan pola tersebut, materi yang dimatangkan oleh 130 penari di tingkat pusat akan diteruskan secara berjenjang kepada kelompok-kelompok penari di seluruh kecamatan.

Pola estafet koreografi ini menjadi bagian penting untuk menjaga keseragaman pertunjukan. Gerakan, pola lantai, hingga ketepatan tempo harus dipastikan tidak berbeda antara satu kelompok dan kelompok lainnya.

Setelah proses pembelajaran di daerah rampung, seluruh penari akan dipertemukan dalam tahapan persiapan berikutnya, termasuk gladi bersih massal menjelang pertunjukan.

Muncar Kirim Enam Penari Terbaik

Salah satu peserta yang ikut dalam lokakarya berasal dari Kecamatan Muncar. Guru pendamping Saifurrohman mengatakan, pihaknya mengirimkan enam penari terbaik dari jenjang SMP dan SMA.

Pria yang akrab disapa Pur itu menilai workshop memiliki peran penting dalam memastikan materi koreografi dapat dikuasai dengan baik sebelum diterapkan secara massal di masing-masing kelompok.

Menurut dia, penari yang mengikuti pelatihan harus mampu memahami materi secara utuh. Sebab, mereka nantinya tidak hanya menjadi penampil, tetapi juga memiliki tanggung jawab mengajarkan gerakan kepada penari lain di wilayahnya.

Workshop ini menjadi kunci pematangan materi tari sebelum pergelaran puncak Gandrung Sewu dimulai secara massal,” pungkas pemilik Sanggar Arum Gedaton tersebut.

Kembang Dermo Libatkan 1.300 Penari

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Pantai Boom Marina Banyuwangi. Festival kolosal tahunan tersebut mengusung tema Kembang Dermo.

Total sekitar 1.300 penari akan terlibat dalam pergelaran tahun ini. Jumlah tersebut membuat keseragaman gerak menjadi tantangan tersendiri bagi tim koreografer dan para penari.

Karena itu, 130 penari grade A yang kini mengikuti lokakarya memiliki posisi strategis. Mereka menjadi mata rantai antara tim koreografer pusat dengan ribuan penari yang nantinya menghidupkan koreografi Kembang Dermo di panggung utama.

Tiga hari di GOR Tawang Alun menjadi awal dari proses panjang tersebut. Dari 130 penari pilihan, materi akan mengalir ke kelompok-kelompok di kecamatan, sebelum akhirnya seluruh penari bertemu dalam satu panggung besar Gandrung Sewu 2026. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Gandrung Sewu 2026 Kembang Dermo 130 penari workshop tari pantai boom