Sempat Dilarang Ikut Lomba karena Terlalu Sering Juara, Fenty Corry Aquino Kini Jadi Vokal Utama Banyuwangi Ethno Carnival

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:00 WIB
Fenty Corry Aquino atau Neno menjadi suara ikonik Banyuwangi Ethno Carnival sejak 2016. (banyuwangitourism.com)
Fenty Corry Aquino atau Neno menjadi suara ikonik Banyuwangi Ethno Carnival sejak 2016. (banyuwangitourism.com)

RADAR BANYUWANGI – Gemerlap kostum dan kemegahan koreografi selalu menjadi daya tarik utama Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Namun, ada elemen lain yang tak kalah penting dalam menyempurnakan pertunjukan budaya kelas dunia tersebut, yakni alunan musik dan suara para penyanyi yang menghidupkan setiap penampilan. Di balik harmoni itu, sosok Fenty Corry Aquino atau akrab disapa Neno menjadi salah satu penjaga kualitas musikal BEC yang konsisten tampil sejak 2016.

Penyanyi kelahiran Banyuwangi, 26 Agustus 1986, itu telah menjadi bagian dari jajaran vokal BEC Band selama hampir satu dekade. Kehadirannya bukan sekadar melengkapi aransemen musik, tetapi turut menghadirkan emosi dan identitas budaya Banyuwangi dalam setiap pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival.

Bakat menyanyi Neno telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Berbagai kompetisi vokal diikuti, mulai dari lomba lagu daerah Gending Osing hingga Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Ketekunan itu membuahkan prestasi membanggakan pada 1997 ketika ia dipercaya mewakili Jawa Timur dalam kompetisi pertunjukan Panembromo, seni paduan suara tradisional tingkat nasional.

Saat itu, Neno bersama timnya berhasil meraih Juara I Nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu tonggak penting perjalanan kariernya sebagai penyanyi. Setahun kemudian, kualitas vokalnya kembali mendapat pengakuan dengan dirilisnya album lagu daerah anak-anak pada 1998.

Perjalanan karier Neno juga menyimpan kisah unik. Saat duduk di bangku SMA, ia sempat tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi menyanyi tingkat daerah karena dinilai terlalu sering menjadi juara.

Alih-alih kecewa, Neno justru mengenang peristiwa itu sebagai pengalaman yang membanggakan.

"Meski saat itu tidak boleh ikut lomba karena terlalu sering menang, saya tetap merasa setiap kompetisi selalu menghadirkan tantangan baru dengan peserta yang berbeda," kenangnya sambil tersenyum.

Untuk terus meningkatkan kualitas vokalnya, Neno memilih belajar kepada penyanyi legendaris nasional, Ine Suherman. Ia juga memperdalam kemampuan musik di Stakatu, salah satu sekolah musik legendaris di Banyuwangi. Bekal teknik vokal, disiplin latihan, dan pengalaman panggung itulah yang kemudian mengantarkannya dipercaya mengisi berbagai pertunjukan budaya, termasuk Banyuwangi Ethno Carnival yang telah dikenal hingga tingkat internasional.

Menjadi salah satu penyanyi utama BEC selama bertahun-tahun bukanlah tugas ringan. Neno menjaga kualitas penampilannya melalui latihan vokal secara rutin, pola makan yang disiplin, serta persiapan mental agar mampu tampil maksimal dalam pertunjukan langsung yang penuh dinamika.

"Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang terus diberikan untuk mengiringi perhelatan sebesar Banyuwangi Ethno Carnival selama ini. Ini bukan sekadar tampil, tapi sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari kebanggaan daerah," ujar Neno, Senin (28/7/2026).

Bagi Neno, BEC bukan hanya panggung hiburan, melainkan ruang untuk merawat sekaligus memperkenalkan budaya Banyuwangi kepada dunia. Karena itu, ia berharap dapat terus dipercaya menjadi bagian dari perhelatan tahunan tersebut.

Ia juga ingin terus membawakan lagu-lagu legendaris Banyuwangi agar semakin dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat internasional. Menurutnya, kemegahan Banyuwangi Ethno Carnival tidak hanya dibangun lewat kreativitas kostum dan koreografi, tetapi juga oleh dedikasi para seniman lokal yang setia menjaga denyut kebudayaan melalui karya dan suara mereka.

Dedikasi Neno menjadi bukti bahwa di balik kemeriahan panggung BEC, ada perjalanan panjang, disiplin, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran yang terus mengalun dalam setiap nada. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : banyuwangitourism.com
BEC 2026 Penyanyi Banyuwangi Neno BEC BEC Band Banyuwangi Ethno Carnival