RADAR BANYUWANGI – Semangat kepahlawanan rakyat Blambangan bergema di panggung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Banyuwangi menghadirkan penampilan penuh makna melalui talent Alfenia Illiyanti, yang mengusung subtema "Pejuang Blambangan" sebagai penghormatan terhadap keberanian para leluhur dalam mempertahankan tanah Blambangan.
Tampil anggun sekaligus karismatik, Alfenia sukses memikat perhatian penonton dengan balutan busana karnaval kontemporer bernuansa merah marun yang dipadukan dengan payet keemasan. Penampilannya menghadirkan perpaduan estetika modern dan nilai-nilai sejarah yang menjadi ruh tema besar "Perang Bayu: The Great War of Blambangan" dalam BEC 2026.
Kostum megah tersebut dirancang dengan berbagai elemen simbolis yang merepresentasikan perjuangan rakyat Blambangan. Di bagian atas menjulang replika tameng perang dengan kepala tombak sebagai lambang keberanian menghadapi penjajah, sementara ornamen roda kereta perang tradisional di sisi kanan dan kiri pinggang menggambarkan kesiapan para pejuang dalam menghadapi medan pertempuran.
Dominasi warna merah marun memperkuat makna keberanian, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah. Sentuhan warna emas melambangkan kemuliaan perjuangan serta penghormatan kepada para pahlawan yang telah mempertahankan kedaulatan tanah Blambangan.
Sepanjang lintasan parade, Alfenia menampilkan ekspresi teatrikal yang kuat. Senyum hangat berpadu dengan langkah mantap membuat karakter pejuang yang diperankannya terasa hidup. Penampilan itu pun disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang memadati arena karnaval.
Ketua PPNI Banyuwangi, Ns. H. Subroto, S.Kep., M.M.Kes., mengatakan karya yang ditampilkan merupakan representasi ketangguhan, keberanian, dan semangat pantang menyerah yang diwariskan para pahlawan Blambangan kepada generasi sekarang.
Menurutnya, keikutsertaan PPNI dalam Banyuwangi Ethno Carnival menjadi bukti bahwa organisasi profesi perawat tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan dan kemanusiaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah, seni, dan budaya daerah.
"Penampilan ini merepresentasikan ketangguhan, keberanian, dan semangat pantang menyerah para pahlawan tanah Blambangan di masa lampau," ujar Subroto.
Partisipasi PPNI Banyuwangi di BEC 2026 memperlihatkan bagaimana organisasi profesi dapat berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya lokal. Melalui seni pertunjukan, nilai-nilai kepahlawanan dikemas secara kreatif sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat, terutama generasi muda.
Penampilan Alfenia Illiyanti tidak hanya menjadi suguhan visual yang memukau, tetapi juga menyampaikan pesan moral bahwa semangat juang para leluhur harus terus diwariskan dalam kehidupan modern. Dengan mengangkat tema "Pejuang Blambangan", PPNI Banyuwangi berhasil menghadirkan pertunjukan yang menghubungkan sejarah, budaya, dan semangat pengabdian dalam satu panggung yang menginspirasi. (*)
Editor : Ali Sodiqin