Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Festival Padang Ulanan, Panggung Kreativitas Pelajar Banyuwangi yang Bersinar di Bawah Purnama

M Ksatria Raya • Kamis, 18 Juni 2026 | 07:30 WIB
AGENDA RUTIN: Siswa tampil percaya diri dalam Festival Padang Ulanan di Kecamatan Tegaldlimo pada 6 Juni lalu. (Foto: Dinas Pendidikan Banyuwangi)
AGENDA RUTIN: Siswa tampil percaya diri dalam Festival Padang Ulanan di Kecamatan Tegaldlimo pada 6 Juni lalu. (Foto: Dinas Pendidikan Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menjaga denyut seni dan budaya daerah melalui tangan generasi muda. Salah satunya lewat Festival Padang Ulanan, agenda budaya yang digelar setiap bulan dan menjadi panggung bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mencintai warisan budaya Bumi Blambangan.

Sesuai namanya, Festival Padang Ulanan selalu digelar menjelang atau saat bulan purnama. Momentum tersebut bukan sekadar penanda waktu, melainkan menjadi simbol cahaya dan harapan bagi lahirnya generasi muda yang kreatif serta bangga terhadap budaya daerahnya.

Setelah sukses digelar di Kecamatan Tegaldlimo pada 6 Juni lalu dengan mengangkat kisah legendaris Sritanjung-Sidopekso, festival berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Licin pada 6 Juli mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Alfian melalui Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) SD, Erpandi, mengatakan Festival Padang Ulanan dirancang sebagai wadah bagi siswa untuk menampilkan kreativitas yang berbasis budaya lokal.

“Dalam Festival Padang Ulanan ini tidak hanya menampilkan tari saja, tetapi dikemas secara tematik yang disesuaikan dengan budaya di setiap kecamatan maupun adat yang berkaitan dengan waktu pelaksanaannya,” ujarnya.

Artinya, setiap penyelenggaraan festival memiliki ciri khas tersendiri. Tema yang diangkat akan menyesuaikan karakter budaya masing-masing wilayah, sehingga masyarakat dapat menikmati ragam kekayaan tradisi Banyuwangi dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.

Erpandi menjelaskan, pemilihan waktu pelaksanaan menjelang bulan purnama bukan tanpa alasan. Selain menjadi identitas festival, hal itu juga berkaitan erat dengan filosofi nama Padang Ulanan itu sendiri.

“Festival ini memang dilaksanakan ketika menjelang bulan purnama setiap bulan. Itu merupakan makna dari Festival Padang Ulanan,” katanya.

Festival Padang Ulanan bukanlah program yang lahir secara tiba-tiba. Agenda ini merupakan pengembangan dari program budaya sebelumnya yang dikenal dengan nama Banyuwangi Culture Everyday.

Kala itu, kegiatan seni dan budaya dirancang berlangsung setiap hari. Namun seiring perjalanan waktu, konsep tersebut dinilai cukup berat untuk dijalankan secara rutin.

Program kemudian bertransformasi menjadi Banyuwangi Culture Every Week (BCE) yang digelar setiap pekan. Setelah berjalan sekitar dua tahun, pola tersebut kembali dievaluasi hingga akhirnya lahir Festival Padang Ulanan yang pelaksanaannya dilakukan sebulan sekali.

Meski frekuensinya berkurang, kualitas dan semangat yang diusung justru semakin kuat. Festival ini dirancang lebih matang dengan melibatkan pelajar dari seluruh wilayah Banyuwangi secara bergilir.

Ke depan, Festival Padang Ulanan akan diselenggarakan di seluruh kecamatan di Banyuwangi. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan keberanian generasi muda untuk tampil di ruang publik.

“Tujuan Festival Padang Ulanan adalah memberikan ruang kepada anak-anak untuk berekspresi dan bereksplorasi, terutama di lingkup budaya,” pungkas Erpandi.

Melalui festival ini, Pemkab Banyuwangi ingin memastikan bahwa seni dan budaya tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang melalui kreativitas anak-anak muda. Di bawah cahaya bulan purnama, mereka tidak sekadar menari atau tampil di atas panggung, melainkan merawat identitas budaya Banyuwangi agar tetap bersinar dari generasi ke generasi. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Dispendik banyuwangi #bulan purnama #seni budaya #pelajar banyuwangi #Festival Padang Ulanan