Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan Bongkar Jalan Desa di Trowulan, Arkeolog Temukan Struktur Kuno di Bawah Aspal

Ali Sodiqin • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:00 WIB
Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur merampungkan ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan arkeologis tersebut berlangsung sejak 18 Mei lalu dan resmi berakhir Selasa (26/5). (Sofan/JPRM)
Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur merampungkan ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan arkeologis tersebut berlangsung sejak 18 Mei lalu dan resmi berakhir Selasa (26/5). (Sofan/JPRM)

RADARBANYUWANGI.ID – Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan di kawasan Trowulan, Mojokerto, memasuki tahap paling krusial. Tim arkeologi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur bahkan harus membongkar jalan utama Desa Klinterejo demi mengungkap struktur kuno yang diduga menjadi bagian penting kompleks bangunan suci era Majapahit.

Langkah itu dilakukan karena titik struktur situs berada tepat di bawah badan jalan desa yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kawasan Trowulan masih menyimpan banyak jejak arkeologis yang belum sepenuhnya terungkap.

Ketua Tim Ekskavasi sekaligus arkeolog BPK Wilayah XI Jawa Timur, Muhammad Ichwan mengatakan, penggalian kali ini difokuskan pada bagian sudut struktur pagar bangunan Situs Bhre Kahuripan yang sebelumnya belum berhasil dijangkau.

“Ekskavasi kali ini merupakan lanjutan dari tahapan sebelumnya. Namun, kali ini tim harus menggali bagian sudut struktur pagar bangunan Situs Bhre Kahuripan yang posisinya tepat berada di bawah jalan utama Desa Klinterejo,” ujar Ichwan di lokasi ekskavasi, Minggu (25/5/2026).

Struktur Situs Kuno Ditemukan di Bawah Jalan Desa

Berbeda dari ekskavasi sebelumnya yang dilakukan di lahan terbuka, penggalian terbaru ini menyasar area fasilitas umum yang masih aktif digunakan warga.

Tim arkeologi terpaksa membongkar lapisan aspal jalan untuk menjangkau struktur bata kuno yang terkubur di bawahnya. Kondisi tersebut membuat proses ekskavasi harus dilakukan secara lebih hati-hati dan terukur.

Menurut Ichwan, titik yang digali diyakini merupakan bagian penting dari struktur pagar kompleks bangunan suci Situs Bhre Kahuripan.

Penemuan itu sekaligus memperlihatkan bahwa sebagian peninggalan sejarah di kawasan Trowulan kemungkinan masih tertutup pembangunan modern dan belum teridentifikasi secara menyeluruh.

“Kami harus memastikan seluruh data arkeologis terekam dengan baik sebelum area ditutup kembali,” katanya.

Koordinasi dengan PUPR Demi Hindari Gangguan Aktivitas Warga

Karena berada di area jalan utama desa, proses ekskavasi juga melibatkan koordinasi lintas instansi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

BPK Wilayah XI Jawa Timur bekerja sama dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) setempat untuk memastikan pembongkaran jalan berjalan aman.

Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi dampak terhadap mobilitas warga sekaligus menjaga keamanan area penggalian.

“Koordinasi dilakukan bersama dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) setempat agar proses ekskavasi berjalan aman dan tidak mengganggu fasilitas publik,” imbuh Ichwan.

Selain pengamanan lokasi, tim juga menyiapkan skema penutupan kembali jalan usai seluruh proses dokumentasi arkeologis selesai dilakukan.

Lubang Galian Akan Ditutup Kembali

Ichwan memastikan lubang ekskavasi di badan jalan tidak akan dibiarkan terbuka terlalu lama. Setelah seluruh struktur direkam dan didokumentasikan, area penggalian akan segera ditutup kembali demi keamanan warga.

Langkah itu sekaligus menjadi bentuk antisipasi agar aktivitas masyarakat di Desa Klinterejo dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan.

“Demi keamanan dan kenyamanan warga, lubang galian di area jalan tersebut akan langsung ditutup kembali setelah seluruh data arkeologis selesai direkam,” tegasnya.

Ekskavasi Klinterejo Jadi Tahap Terakhir Sebelum Lanjut ke Situs Lain

Ekskavasi di Desa Klinterejo disebut menjadi tahap terakhir penggalian di titik tersebut sebelum tim arkeologi bergerak ke kawasan lain di Trowulan dan Jatirejo.

BPK Jawa Timur telah menyiapkan agenda ekskavasi lanjutan di sejumlah situs yang diduga masih berkaitan dengan jejak peradaban Majapahit.

“Hari ini merupakan ekskavasi terakhir di Klinterejo. Setelah seluruh target di sini rampung, BPK Jatim sudah menjadwalkan ekskavasi lanjutan di sejumlah titik situs lain di kawasan Trowulan dan Jatirejo,” pungkas Ichwan.

Trowulan Masih Simpan Misteri Peradaban Majapahit

Kawasan Trowulan selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peninggalan Kerajaan Majapahit yang menyimpan banyak situs bersejarah penting.

Berbagai temuan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan bahwa masih banyak struktur kuno yang tertimbun di bawah permukaan tanah maupun area permukiman modern.

Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan menjadi salah satu upaya penting untuk mengungkap kembali tata ruang, sistem bangunan, hingga jejak kehidupan masa lampau di pusat peradaban Majapahit.

Temuan terbaru di bawah badan jalan Desa Klinterejo pun membuka kemungkinan adanya struktur lain yang masih tersembunyi dan belum terpetakan secara utuh. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Situs Bhre Kahuripan #ekskavasi Trowulan #penemuan arkeologi Mojokerto #Desa Klinterejo #BPK Jawa Timur