RADARBANYUWANGI.ID – Bukan sekadar pertunjukan tari, “Mencorong Sunare” diproyeksikan menjadi ledakan energi budaya yang paling dinanti hari ini dalam rangkaian Banyuwangi Festival. Digelar di RTH Singojuruh, Minggu (3/5), event ini mengusung satu pesan kuat: tradisi Banyuwangi tak hanya bertahan, tapi berevolusi—lebih estetik, lebih magis, dan semakin relevan.
Mengambil momentum Hari Tari Dunia, “Mencorong Sunare” hadir sebagai jawaban atas tantangan besar dunia seni: bagaimana menjaga akar budaya tanpa kehilangan daya tarik di era digital yang serba visual.
Dari Tradisi ke Spektakel Modern
“Mencorong Sunare”—yang berarti “berkilau cahayanya”—bukan sekadar judul. Ini adalah konsep artistik yang memadukan kekuatan tradisi Blambangan dengan sentuhan kreativitas modern.
Panggung akan dipenuhi permainan cahaya, koreografi dinamis, serta komposisi musik etnik yang dirancang untuk menciptakan pengalaman imersif bagi penonton.
Event ini berlangsung maraton, mulai pukul 13.00 hingga 23.00 WIB. Format “full experience” ini sengaja dihadirkan agar pengunjung tidak hanya menonton, tetapi benar-benar merasakan atmosfer seni dari siang hingga malam.
Arena Rebutan Atensi Generasi Digital
Di tengah gempuran konten digital yang serba instan, seni tradisional kerap kalah panggung. “Mencorong Sunare” mencoba membalik keadaan—menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya kuat secara budaya, tetapi juga “visual-friendly” dan relevan untuk generasi media sosial.
Spot-spot artistik disiapkan untuk menarik minat pengunjung, terutama kalangan muda yang haus pengalaman sekaligus konten visual.
Namun di balik itu, ada misi yang lebih dalam: mengembalikan kebanggaan terhadap budaya lokal.
“Ini bukan sekadar hiburan, tapi bagaimana budaya bisa tampil keren dan tetap punya makna,” menjadi semangat yang diusung para kreator di balik event ini.
Singojuruh Jadi Pusat Sorotan
Dengan dipusatkan di RTH Singojuruh, kawasan ini diprediksi menjadi magnet baru keramaian. Ribuan pengunjung diperkirakan akan memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan yang diklaim berbeda dari event seni pada umumnya.
Tak hanya pertunjukan tari, event ini juga menjadi ruang interaksi antara seniman, komunitas, dan masyarakat luas.
Banyuwangi Festival Kian Agresif
Masuk dalam kalender Banyuwangi Festival, “Mencorong Sunare” menunjukkan bagaimana Banyuwangi terus agresif mengemas budaya lokal menjadi event berkelas.
Jika sebelumnya panggung didominasi festival musik dan tari konvensional, kini pendekatan yang digunakan lebih progresif—menggabungkan estetika, teknologi, dan pengalaman visual.
Jangan Sekadar Jadi Penonton
Dengan konsep spektakuler dan durasi panjang, “Mencorong Sunare” menjadi salah satu agenda yang sulit dilewatkan hari ini.
Di tengah persaingan konten dan hiburan, Banyuwangi mencoba mengirim pesan tegas: budaya lokal tidak kalah menarik—asal dikemas dengan tepat.
Hari ini, di Singojuruh, panggung itu akan membuktikannya.
Dan bagi yang hanya menonton dari layar, satu hal pasti: mereka akan ketinggalan pengalaman yang tidak bisa diulang. (*)
Editor : Ali Sodiqin