RADARBANYUWANGI.ID – Festival Gandrung Sewu bukan sekadar hiburan dan ajang promosi pariwisata. Lebih dari itu, event ini juga menjadi ajang konsolidasi budaya dan sosial bagi segenap elemen masyarakat di kabupaten the Sunrise of Java.
Berbagai pihak ikut terlibat dalam event kebanggaan warga Bumi Blambangan. Tidak terkecuali Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi. Instansi yang satu ini melibatkan ratusan siswa untuk turut berpartisipasi dalam Festival Gandrung Sewu 2025, baik sebagai penari maupun penabuh alat musik (panjak).
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan, bahwa keterlibatan para siswa dalam ajang Gandrung Sewu tidak hanya terjadi pada event tahun ini. “Kami menyiapkan talent untuk turut berpartisipasi dalam Gandrung Sewu, baik penari maupun penabuh melalui sekolah-sekolah di Banyuwangi,” ujarnya, Kamis (16/10).
Suratno menambahkan, partisipasi siswa dalam Gandrung Sewu bukan hanya bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter dan kebanggaan daerah. “Melalui keterlibatan para siswa dalam Gandrung Sewu, mereka semakin mencintai daerahnya. Penampilan mereka disaksikan tidak hanya oleh warga lokal, tetapi juga oleh wisatawan asal berbagai daerah di tanah air, bahkan mancanegara,” jelasnya.
Melalui dukungan Dispendik, keterlibatan ratusan siswa dalam Gandrung Sewu diharapkan mampu memperkuat regenerasi pelestari seni Gandrung sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya dan kebanggaan daerah kepada generasi muda Banyuwangi.
Selain nilai budaya, Suratno menyebut bahwa kegiatan ini juga memberikan manfaat pendidikan non-akademik bagi siswa. Menurutnya, ajang Gandrung Sewu menjadi wadah pengembangan soft skill seperti kerja sama, kedisiplinan, dan kreativitas. “Anak-anak belajar memahami makna kolaborasi dan berkreasi. Itu adalah modal utama untuk meraih sukses di era kompetisi abad 21,” tegasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin