RADARBANYUWANGI.ID – Penampilan lima karya tim alihwahana berbasis tradisi lisan dan manuskrip menyihir ratusan pengunjung yang memenuhi halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Rabu malam (24/9).
Kelima karya itu adalah Sri Tanjung, Rengganis, Jaranan Buto, Gembrung, dan Tawang Alun.
Sebagai penampil terakhir, Tim Tawangalun menampilkan Tari Rempeg Jogopati. Gerakan penarinya menggambarkan kearifan pemimpin legendaris Tawangalun.
Diiringi grup musik tradisional Joyo Karyo, tarian tersebut menjadi narasi tentang gotong royong, doa, dan keberanian membangun negeri dengan nilai kemanusiaan. Bukan sekadar kekuasaan.
Selain pertunjukan lima tim, panitia juga memberikan penghargaan kepada lima karya individu terbaik, antara lain kepada Darmanto (video Jaranan Buto), Aekanu Hariyono (wayang Sritanjung), Samsudin Adlawi (cerpen Jenazah Nang Gembrung), dan satu karya pilihan favorit juri, yakni film pendek “Lelaku Sang Buto’’ karya Desy Ariyani.
Kegiatan yang sempat tertunda beberapa saat akibat hujan deras itu diakhiri dengan Sarasehan Budaya menampilkan narasumber Prof Dr Tengsoe Tjahyono dan budayawan Samsudin Adlawi.
Festival Sastra dan Sarasehan Budaya yang digelar di arena Festival Banjoewangi Tempo Doeloe itu merupakan rangkaian dari gawe HISKI (Himpunan Sarjana Kesusatraan Indonesia).
Kegiatannya berupa Penulisan Kreatif dan Produk Alihwahana Berbasis Tradisi Lisan dan Industri Kreatif. Agendanya diawali dengan FDG (Fokus Discussion Group) pada 24 Februari 2025.
“Tujuh bulan bukan waktu yang pendek. Biji kecil buah dapat tumbuh terus membesar dan menghasilkan buah yang berlimpah. Kami berterima kasih kepada sembilan narasumber. Mereka adalah Ibu Pudentia, Kang Mumu, Mbak Yeni Artanti, Bu Ari Ambarwati, Pak Tengsoe Tjahyono. Mas Ferry, Mas Hasan Basri, Pak Elvin, Mas Samsudin Adlawi, dan HISKI Komisariat Banyuwangi,’’ kata Kerua Umum HISKI Prof Dr Novi Anoegrajekti M.Hum.
Sementara itu, Ketua HISKI Komisariat Banyuwangi Nurul Ludfiah Rahma S.Pd menyampaikan terima kasih kepada HISKI Pusat yang telah menghadirkan program kementerian untuk mendokumentasikan naskah lisan, mendukung digitalisasi, serta menghidupkan kembali sastra yang langka agar generasi muda tertarik mempelajarinya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkolabirasi dengan kami,” tandasnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin