Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kenapa Merasa Paling Pintar Justru Bisa Menyesatkan? Filosofi Jawa Menjawab

Fanzha Shefya Yuananda • Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:50 WIB
Aja rumangsa bisa, tapi bisa rumangsa. Makna dari filosofi masyarakat Jawa.
Aja rumangsa bisa, tapi bisa rumangsa. Makna dari filosofi masyarakat Jawa.

RADARBANYUWANGI.ID – Pernah dengar peribahasa Jawa ini? Aja rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa, dalam Bahasa Indonesia berarti “Jangan merasa bisa, tapu bisalah merasa”

Kalimatnya terlihat sederhana, tapi maknanya dalam banget. Jangan merasa paling hebat.

Kalimat ini mengingatkan kita untuk tidak sombong, tidak merasa tahu segalanya.

Karena merasa paling bisa sering bikin kita lupa bahwa di dunia ini kita hidup bersama orang lain, berdampingan dan pasti membutuhkan bantuan, bukan sendirian.

Yang lebih penting ialah bisa merasakan. Bisa rumangsa artinya kita diajak untuk lebih peka, memiliki empati tinggi, dan bisa menempatkan diri dengan tepat.

Terlihat sepele tapi fatal, terkadang kita merasa jadi yang paling bisa dan paling pintar melebihi siapapun.

Hal ini yang membuat diri menjadi angkuh saat dilihat orang lain. Kosongkan kepala ketika berada di suatu tempat yang terdapat potensi untuk menambah ilmu lagi, dan lagi.

Bukan sekadar pintar, tapi juga tahu kapan harus mendengar dan memahami.

Orang yang mengamalkan ini akan lebih tenang dan dihormati. Terkadang menunjukkan rasa keingintahuan lebih itu juga tidak terlalu buruk.

Bukan karena banyak bicara, tapi karena bisa membaca suasana. Paham saat apa kamu harus menunjukkan kemampuan itu.

Baca Juga: Sejarah Sepak Bola: Bermula dari Permainan Kaum Jelata yang Dianggap Biadab dan Brutal!

Bukan karena ingin terlihat pintar, tapi karena tahu kapan harus diam dan menghargai.

Filsafat Jawa ini ngajak kita untuk jadi manusia yang rendah hati dan apa adanya. Karena kadang yang paling bijak, justru yang paling sederhana.

Jadi, kamu tim "merasa bisa" atau "bisa merasa"? (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Lugas Rumpakaadi
#nilai kehidupan #Filosofi Jawa