RADARBANYUWANGI.ID – Tahukah kamu? Awalnya, Demak cuma sebuah hutan bernama Glagahwangi! Raja Majapahit saat itu menunjuk Raden Patah sebagai pemimpin wilayah ini.
Lama-lama, Glagahwangi berkembang dan berubah nama jadi Demak, dengan pusatnya yang ada di Bintoro.
Raden Patah ini bukan orang sembarangan loh! la diyakini sebagai putra Raja Majapahit, Brawijaya V, dari selirnya yang berasal Tionghoa yang memeluk Islam.
Dikenal juga dengan nama Jin Bun atau Sultan Fatah, ia membangun Demak jadi kerajaan Islam pertama di Jawa.
Ketika pengaruh mulai Majapahit melemah, Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan Masjid Agung Demak, yang hingga saat ini masih berdiri kokoh.
Letaknya di Bintoro, Majid Agung Demak menjadi pusat dakwah Islam saat itu. Bentuk bangunannya unik, atap tumpang mirip punden, lambang perpaduan budaya Jawa, Hindu, dan Islam.
Raden Patah dan Wali Songo mendirikan masjid ini dengan latar belakang filosofi yang dalamnya tidak main-main.
Tiang utama nya terdiri dari 4 pilar atau disebut dengan 4 saka guru ini dibuat langsung oleh tangan-tangan para ulama hebat yakni Wali Songo.
Selanjutnya, Madjid Agung Demak memiliki 5 pintu masuk, hal ini memang disengaja karena untuk melambangkan Rukun Islam yang juga terdiri oleh 5 perkara.
Tak cukup pada bagian pintu masuk dan pilarnya saja, tetapi jendela juga dibangun dengan jumlah sebanyak 6, angka ini menggambarkan Rukun Iman Islam.
Baca Juga: Mulai Kamis! Jalur Gumitir Ditutup, Rute Bus dan Kereta Diubah? Cek Info Terbarunya!
Masjid Agung Demak bukan cuma tempat ibadah, tapi juga jadi pusat penyebaran Islam lewat sebab seni dan budaya.
Sekarang, masjid ini menjadi bukti kuat bagaimana Islam dengan ramah dan halus berkembang lewat budaya lokal.
Kerajaan kecil yang lahir dari hutan, kini tercatat dalam sejarah sebagai pelopor Islam di Jawa. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin