Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keris ’Penakluk Cuaca’ IKN Dipamerkan di Banyuwangi! Sakti, Antik, dan Penuh Sejarah

Ali Sodiqin • Rabu, 2 Juli 2025 | 01:42 WIB
KRT. Ilham Triadi Nagoro memamerkan keris yang dipakai untuk merekayasa cuaca di IKN.
KRT. Ilham Triadi Nagoro memamerkan keris yang dipakai untuk merekayasa cuaca di IKN.

RADARBANYUWANGI.ID – Sebuah koleksi pusaka langka yang sempat ikut “menjinakkan” cuaca ekstrem di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini siap menyapa publik.

Empat dari lima keris sakti yang digunakan dalam rekayasa cuaca saat pembangunan IKN pada Juli–Agustus 2024 lalu, akan dipamerkan dalam event “Gelar Budaya Keris 2025”, yang digelar di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Rabu, 2 Juli 2025.

Adalah KRT Ilham Triadi Nagoro, sosok budayawan sekaligus empu yang membawa langsung keris-keris pusaka tersebut ke lokasi pembangunan IKN, untuk tujuan yang tak biasa—menstabilkan cuaca demi kelancaran proyek nasional.

Keris Pusaka, Bukan Sembarang Benda Antik

Empat keris yang akan dipamerkan bukan keris biasa. Masing-masing memiliki tangguh (era pembuatan) dan pamor (motif) yang sarat makna serta energi filosofis:

  1. Keris Luk 9 Dhapur Sempono, pamor Pedharingan Kebak, tangguh Kahuripan
  2. Keris Bethok, pamor Pedharingan Kebak, tangguh Singhasari
  3. Keris Lurus, dapur Pamor Janur Sinebet Wengkon, tangguh Blambangan
  4. Keris Carubuk, pamor Singkir, era Madiun

“Empat keris ini dipilih bukan hanya karena nilai sejarahnya, tapi karena karakter spiritual dan simbolik yang dipercaya mampu memengaruhi unsur alam,” ujar KRT Ilham kepada RadarBanyuwangi.id, Senin (1/7).

Dari Hujan Deras Menjadi Cerah, Dari Kabut Menjadi Terang

Selama masa pembangunan IKN, keris-keris tersebut ditempatkan dalam ritual khusus yang digelar tim spiritual dan budaya setempat.

Menurut kesaksian para pekerja dan pengawas proyek, cuaca yang semula tak menentu dan sering hujan deras, perlahan menjadi stabil setelah prosesi dilakukan.

“Ini bukan mistik semata, tapi bagian dari kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun,” tambah Ilham.

Pameran Keris, Budaya yang Tak Pernah Padam

Pameran ini merupakan bagian dari kampanye pelestarian warisan budaya nusantara yang digelar rutin setiap tahun di Banyuwangi.

Tak hanya memamerkan keris, acara juga akan menampilkan diskusi budaya, demo penciptaan pamor, serta ritual tolak bala yang melibatkan keris-keris pusaka.

“Generasi muda harus tahu bahwa keris bukan sekadar benda tajam, tapi simbol jati diri dan kedaulatan budaya,” pungkas Ilham.

Tertarik Lihat dari Dekat? Catat Waktunya!

Acara Gelar Budaya Keris 2025 akan dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 WIB di halaman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

Pengunjung juga bisa mengikuti sesi interaktif dengan empu keris, serta melihat langsung detail pamor yang biasanya hanya bisa dijumpai di museum atau koleksi pribadi.

Budaya tak sekadar dilestarikan, tapi harus terus dikenalkan. Dan di tangan para penjaga tradisi seperti KRT Ilham, keris bukan hanya pusaka, tapi juga penjaga harmoni alam. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#dinas pariwisata #rekayasa cuaca #KRT Ilham Triadi Nagoro #pameran keris #IKN #banyuwangi #Gelar Budaya Keris 2025