Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sederet Fakta di Balik Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Wisata Kemiren Banyuwangi

Redaksi • Senin, 4 November 2024 | 19:05 WIB
kata-anas-ngopi-sepuluh-ewu-gerakkan-ekonomi-kreatif
kata-anas-ngopi-sepuluh-ewu-gerakkan-ekonomi-kreatif

RadarBanyuwangi.id – Festival Ngopi Sepuluh Ewu adalah acara yang diadakan untuk merayakan dan mempromosikan kopi, khususnya di daerah tertentu di Indonesia.

Nama “sepuluh ewu” berasal dari Bahasa Jawa yang artinya “sepuluh ribu”, dan biasanya merujuk pada kopi yang berasal dari suatu daerah yang memiliki tradisi dan kualitas kopi yang kaya.

Acara ini biasanya mencakup berbagai kegiatan seperti pameran kopi, sesi cupping, kompetisi barista serta seminar tentang kopi.

Festival ngopi sepuluh ewu yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu acara yang menyoroti kekayaan kopi lokal dari daerah tersebut.

Banyuwangi dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di indonesia, dengan variasi jenis kopi seperti arabika, robusta hingga house blend yang tumbuh subur di daerah pegunungan.

Adapun makna sepuluh ewu adalah sepuluh ribu. Mengutip dari ainun bahwa, yang dimaksud sepuluh ribu di sini ialah sepuluh ribu kopi, yang mana masyarakat di daerah sekitar yang akan menyediakan secara gratis kepada pengunjung. 

Dan Festival ini biasanya diadakan untuk mempromosikan kopi lokal, melibatkan para petani, pengusaha kopi serta pecinta kopi dari berbagai daerah hingga mancanegara, bersamaan diwarnai dengan pertunjukan seni dan budaya local, menjadikannya tidak hanya sebagai festival kopi, tetapi juga sebagai perayaan budaya Banyuwangi.

Tradisi minum kopi oleh di kalangan masyarakat Osing didasari oleh filosofi sak corot dadi seduluran yang artinya “sekali seduhan semua menjadi saudara”. Hal ini dikarenakan sambil mengopi, masyarakat dapat saling berkomunikasi, berbagi rasa, dan mempererat persaudaraan.

Oleh sebab itu, acara ngopi sepuluh ewu itu bukan sekadar festival kopi belaka, melainkan pertunjukkan budaya dan kearifan lokal yang menggambarkan keramahan serta kemurahan hati masyarakat Osing.

Ipuk Fiestiandani mengatakan, selain bagian dari tradisi, acara ngopi sepuluh ewu juga bertujuan menggerakkan sektor ekonomi kreatif berbasis kopi. Menurutnya, Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi kopi yang luar biasa, dan banyak anak muda yang menggarapnya dengan kemasan menarik.

“Festival ini menjadi ajang untuk mempromosikan kopi Banyuwangi ke pasar nasional dan internasional," kata Ipuk.

Jadi, festival kopi sepuluh ewu diharapkan dapat menciptakan suasana ngopi begitu berbeda pada biasanya, di sisi lain memperkenalkan kopi khas Banyuwangi dan memajukan sector ekonomi hingga ke mancanegara. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tradisi #Desa adat #Ngopi Sepuluh Ewu #Hari Jadi #ekonomi #desa wisata #kemiren #banyuwangi #Banyuwangi Festival #kopi