Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

7 Bagian Penting dari Busana Tari Gandrung Banyuwangi yang Wajib Diketahui

Niklaas Andries • Minggu, 8 September 2024 | 15:55 WIB

KHAS BANYUWANGI: Tari Gandrung menjadi kebanggaan masyatakat dan identitas budaya
KHAS BANYUWANGI: Tari Gandrung menjadi kebanggaan masyatakat dan identitas budaya
Radarbanyuwangi.id –  Kepopuleran destinasi wisata Kabupaten Banyuwangi di kancah internasional dan domestik turut mengangkat pamor kesenian Tari Gandrung. Tarian yang ditampilkan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Suku Osing kepada Sang Maha Pencipta kian mendapat tempat di hati masyarakat luas.

Kesenian ini sering dibawakan dalam berbagai kesempatan baik acara resmi maupun non-formal.  Tarian ini biasa dibawahan baik secara kelompok maupun solo. Namun terkadang juga sering ditampilkan dengan berpasangan angtara penari gandrung perempuan dan laki-laki yang dikenal dengan paju.

Menilik asal katanya, Gandrung Banyuwangi berasal dari kata gandrung. Arti kata ini bisa disamakan dengan tergila-gila. Untuk busana penari Tari Gandrung Banyuwangi ada perbedaan dengan busana tarian tradisional lain dari Jawa. Namun menilik bentuknya memiliki sedikit kesamaan dengan Bali. 

Ada bebarapa bagian dalam busana penari gandrung yang wajib diketahui:

1. Baju

Bahan baju untuk penari gandrung berbahan beludru berwarna hitam yang  dihiasi dengan ornamen emas dan manik-manik. Bentuknya seperti leher botol yang melilit leher hingga dada. Bagian pundak dan separuh punggung dibiarkan sedikit terbuka. 

2. Ilat-ilatan

Bagian busana gandrung ini terpasang di bagian leher untuk menutup dada. 

3. Kelat bahu

Bagian dari busana penari gandrung ini terdapat di lengan kiri dan kanan. Bentuknya unik karena menyerupai bentuk kupu-kupu. 

4. Ikat pinggang dan sambong

Seperti namanya, ikat pinggang dan sambong pada busana penari gandrung bagian ini memang dipakai pada bagian pinggang. 

5. Hiasan kain berwarna-warni

Pada bagian ikat pinggang dan sambong diselipi oleh hiasan kain yang berwarna warni khususnya merah dan putih.

6. Selendang atau sampur

Bagian busana penari gandrung ini selalu dikenakan di bagian bahu. Meski sepele, sampur ini menjadi identitas yang melekat pada penari gandrung saat tampil.  

7. Omprok

Busana penari gandrung yang sangat khas disini adalah hiasan kepala. Bentuknya menyerupai mahkota yang biasanya terbuat dari kulit kerbau yang telah disamak. Selanjutnya diberi ornamen berwarna emas dan merah. (*)

 

 

 

Editor : Niklaas Andries
#solo #jawa #Tari Gandrung Banyuwangi #bali #tarian tradisional #Destinasi Wisata #perempuan #suku osing #paju #laki-laki #busana #berpasangan