Mengusung tema ”Ndaru Ndeso: Revival of Village” para peserta unjuk kebolehan dengan subtema masing-masing. Ada warisan budaya, keindahan alam desa, atraksi wisata desa, kuliner desa, ekonomi kreatif, hingga inovasi teknologi.
Ratusan talent itu tampil all-out di hadapan lima dewan juri, yaitu Bambang Lukito, John A. Rahmatullah, Sukirno Fajar, Sanet Sabintang, dan Ariska Ayu Citra.
Bupati Ipuk mengaku takjub melihat kreativitas para peserta BEC. Melihat kostum yang sangat beragam dan membawa beban yang tidak ringan, dia meminta seluruh peserta untuk tetap menjaga kesehatan sebelum perform pada hari H nanti.
”Luar biasa sekali potensi desa yang ada di Banyuwangi. Mulai dari kuliner, destinasi wisata, hingga alam semua sangat memukau. Saya mengucapkan terima kasih atas antusiasme para peserta. Terima kasih juga kepada camat dan kepala desa yang telah menumbuhkan kreativitas masyarakat melalui kostum BEC,” kata Ipuk didampingi Dewan Kehormatan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi.
Leader BEC Slamet Suroso mengatakan, dalam penjurian tahap kedua, peserta diminta tampil maksimal sesuai tema yang diusung. Selain kostum, peserta juga diminta menyesuaikan koreografer sesuai dengan arahan pada penilaian tahap sebelumnya.
”Peserta sesuai subtema melewati 5 tahapan penjurian. Mulai awal perform, peserta akan dinilai dari detail kostum, make-up yang telah dikoreksi, serta koreografinya. Tentu banyak perombakan setelah peserta mendapat penilaian tahap satu,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Om Shela tersebut menjelaskan, pada tahap pertama peserta mendapat penilaian 60 persen. Sedangkan tahap dua nilainya 80 persen.
”Peserta totalitas sekali di penilaian kali ini. Semoga saat perform nanti mereka tetap prima dan tampil maksimal. Saya berterima kasih kepada pendamping yang telah memperhatikan seluruh masukan sehingga mencapai hasil baik,” tuturnya.
Salah satu juri BEC 2024 Bambang Lukito menambahkan, hampir semua peserta tampil all-out. Mereka menyerap seluruh koreksi juri pada tampilan sebelumnya.
”Pada penilaian kali ini, ada beberapa teknis yang meleset. Semua peserta pasti tidak 100 persen lancar, kami bisa memaklumi. Semoga hasilnya baik dan tetap sehat hingga puncak acara,” pungkasnya.
BEC 2024 merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari, yakni 10–14 Juli 2024. Pada 10 Juli, akan diawali dengan Creative Expo yang diikuti oleh puluhan UMKM di Lorong Bambu area Taman Blambangan.
Selanjutnya pada 10–12 Juli akan digelar Srawung Seni di Gesibu Blambangan. Sesuai dengan nama srawung yang berarti ’berhubungan baik’, event ini menampilkan sejumlah kabupaten/kota sahabat yang akan turut menampilkan seni dan tradisinya di Banyuwangi sebagai bentuk dukungan kepada event BEC.
Puncak karnaval BEC akan digelar pada 13 Juli. Ratusan talent yang merupakan perwakilan dari desa akan memvisualisasikan keunggulan desa dalam sebuah rancangan busana yang menarik.
Mereka akan menampilkan busana sebagai representasi keindahan alam Banyuwangi, warisan budaya, destinasi atau atraksi wisata, ekonomi kreatif, kuliner, hingga inovasi teknologi. (tar/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries