Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Talent Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 mulai ‘Pamer’ Kostum: Jalani Presentasikan di Depan Lima Juri

Bagus Rio Rohman • Jumat, 28 Juni 2024 | 04:36 WIB
ANGKAT POTENSI DESA: Para calon perserta BEC menjalani penilaian tahap I di AWT Kamis (27/6). Putri Azahra, siswa kelas 7 SMPN 1 Giri menampilkan kostum bertema jamu.
ANGKAT POTENSI DESA: Para calon perserta BEC menjalani penilaian tahap I di AWT Kamis (27/6). Putri Azahra, siswa kelas 7 SMPN 1 Giri menampilkan kostum bertema jamu.

Radarbanyuwangi.id - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), salah satu event kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan, bakal dihelat bulan depan.

Para talent pun terus mempersiapkan diri agar dapat menampilkan performa terbaik pada ajang yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI tersebut.

Seperti yang tersaji di Agrowisata Tamansuruh (AWT) Kamis (27/6). Di lokasi ini ratusan peserta BEC menjalani penilaian kostum tahap pertama.

Mereka mempresentasikan kostum di hadapan lima juri, yakni Bambang Lukito, John A. Rahmatullah, Sukirno Fajar, Sanet Sabintang, dan Ariska Ayu Citra.

Pada penilaian kali ini, sebanyak 144 peserta diwajibkan mengenakan kostum andalan sesuai sub tema yang telah ditentukan. Selain kostum, juri juga melakukan penilaian terhadap makeup hingga performa masing-masing peserta.

“Tahapan ini merupakan tahapan penting dalam BEC,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Ainur Rofiq.

Rofiq mengatakan, selain penilaian terhadap calon peserta, merupakan kesempatan bagi panitia untuk melihat kesiapan kostum para peserta. “Persiapan BEC saat ini sudah 60 persen,” katanya.

Rofiq menyebut, ada sekitar 135 peserta yang mempresentasikan kostumnya. Mereka terdiri dari perwakilan dari desa dan sekitar 20 peserta umum. “Mereka akan membawakan potensi utama yang dimiliki desa, karena tema dalam BEC tahun ini adalah “Ndaru Deso”,” terangnya.

Rofiq menyebut, tema itu dipuilih sebagai implementasi kebangkitan seluruh desa di Banyuwangi. Seluruh desa di Banyuwangi telah berupaya maksimal melakukan recovery serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasca pandemi Covid-19. (rio/sgt)

Editor : Niklaas Andries
#BEC #Disbudpar Banyuwangi #kemenparekaf #RI #Banyuwangi Ethno Carnival #kostum #KEN 2024 #Agrowisata Tamansuruh #AWT