Radarbanyuwangi.id – Kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Banyuwangi seakan tidak perlu diragukan lagi. Ragam budaya mampu bertahan dan lestari seiring dengan perkembangan zaman.
Hal ini pula kemudian membuat masyarakat mampu berdampingan dengan tatanan nilai dan budaya yang tertanam oleh generasi sebelumnya.
Hal itu juga berlaku pada seni tarik suara. Perkembangan musik di Banyuwangi juga pernah mengalami fase pasang surut. Dinamisasi politik pernah membuat laju kesenian di Banyuwangi mengalami stagnasi.
Namun perlahan dan kegigihan pelaku seni kala itu. Musik Banyuwangi akhirnya bisa bangkit. Masuk era 1980an, musik Banyuwangi seolah mulai menemukan jati dirinya kembali.
Kendang Kempul berhasil masuk sebagai identitas musik yang digemari oleh masyarakat kala itu.
Ini tercermin dengan lahirnya sejumlah karya emas dari beberapa musisi Banyuwangi. Berkolaborasi dengan musisi lainnya akhirnya tercipta sejumlah tembang Kendang Kempul yang mampu jadi hits di zamannya.
Sederet tembang Kendang Kempul yang pernah jadi hits dan terpopule di zaman itu diantaranya :
1. Konco lawas
Lagu ini bisa dibilang sebagai pendobrak kesenian Kendang Kempul Banyuwangi. Mengusung konsep musik baru dengan memadukan alat musik tradisional dan modern seperti keyboard. Maka lahirlah sebuah identitas musik Banyuwangi yang lebih hidup dan dinamis.
Lagu dibawakan oleh Alif S. Namun pada perkembangan berikutnya lagu ini juga dinyanyikan oleh Mus DS. Lagu ini sendiri bercerita tentang perjalanan sukses seorang perantau. Dia pulang ke kampung halamnnya dan menyapa teman-temannya. Lebih dari itu komitmen dalam syair lagu dia ingin membantu teman yang belum seberuntung dirinya.
2. Gelang Alit
Ada beberapa penyanyi Banyuwangi yang membawakan lagu ini. Ada Sumiati, Yuliatin, Ida Farida, dan juga Koesniah. Lagu ini menceritakan pertunangan antara kedua kekasih. Namun harus menerima kenyataan bahwa hubungan keduanya kandas di tengah jalan. Karena salah satunya sudah menemukan pasangan lain.
3. Welas Hang Suci
Lagu ini dinyanyikan oleh dua penyanyi yang mendapat julukan Raja dan Ratu Kendang Kempul Banyuwangi, Alif S dan Sumiati. Dalam perkembangannya lagu ini juga dinyanyikan sejumlah penyanyi lain. Lagu ini bercerita romantisme pasangan kekasih yang berbeda status sosial. Namun hal itu tak menghalangi keduanya untuk mengucapkan janji sehidup semati.
4. Rehana/Ngelamar Rehana/Kemanten Rehana
Lagu Rehana ini merupakan bentuk lagu trilogi. Artinya ada tiga lagu yang bercerita sama tentang sosok Rehana yang merupakan sosok ideal gadis Banyuwangi. Tembang awal Rehana sendiri menceritakan gambaran Rehana sosok gadis asal Banyuwangi yang diceritakan memiliki budi pekerti dan fisik yang aduhai.
Lagu lainnya yakni Ngelamar Rehana. Lagu ini menceritakan ketertarikan kepada Rehana. Dia kemudian meminta untuk melamar Rehana, sang pujaan hati. Dan terakhir lagu berjudul Kemanten Rehana.
Ini menjadi puncak lagu trilogi ini. Menikahi Rehana menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dengan segala kelebihan yang dimiliki Rehana. Lagu ini sendiri dinyayikan oleh Mus DS. Dan kini sudah diaransemen ulang oleh penyanyi Kendang Kempul di era modern.
5. Pedang Setan
Lagu ini familiar dinyanyikan oleh Sumiati. Lagu ini sendiri merupakan sambung tangan dari gambaran cerita dari film Saur Sepuh. Dimana pedang setan merupakan pasangan dari pedang perak yang dimiliki oleh Mantili, ksatria wanita asal Kerajaan Madangkara.
6. Wong Tani
Lagu ini dibawakan Mus DS dan Yulianah pernah hits di era 80an. Lagu ini bercerita masyarakat Banyuwangi yang akrab dengan dunia pertanian. Ada pesan moral dalam lagu ini untuk tidak malas dalam bekerja dalam mencapai tujuan hidup di kemudian hari.
7. Isun Lamaren/Tompo Lamaran/Gancang Lamaren
Mirip dengan Rehana, lagu Isun Lamaren, Tompo Lamaran, dan Gancang Lamaren ini memiliki kemiripan dalam alur cerita. Inti besarnya dalam lagu ini menceritakan harapan seorang gadis untuk segera dilamar oleh kekasihnya.
Saat lamaran itu dilaksanakan, kebahagiaan sang gadis tampak dalam syair lagu Tompo Lamaren. Sedikit berbeda dengan lagu keduanya tadi. Lagu Gancang Lamaren sedikit dibumbuhi pesan bahwa perkawinan itu merupakan sebuah peristiwa besar.
Maka sebelum mengambil keputusan untuk menikah ada baiknya dipikir lebih dalam dan masak. Lagu ini di masa itu populer dinyanyikan oleh Koesniah, Ida Farida, dan Sumiati.
8. Kucing Kucingan
Lagu ini dinyanyikan oleh Alif S dan Sumiyati. Lagu ini bercerita tentang kecurigaan istri terhadap suaminya. Suami dianggap istri menyembunyikan sesuatu yang dianggap seperti sedang bermain kucing-kucingan.
9. Seneng Podo Seneng
Lagu ini popular dinyanyikan oleh Yuliatin. Lagu ini bercerita tentang dua pasangan yang lagi kasmaran. Keduanya menikmati pemandangan malam minggu dibawah terangnya sinar bulan purnama.
10. Ngeramal Porkas
Lagu ini dibawakan oleh Yuliatin. Lagu ini menceritakan seorang ibu rumah tangga yang harus menerima kenyataan suaminya gila kode buntut. Imbasnya keuangan keluarga pun dipertaruhkan sang suami demi mengejar hoki dari memasang nomor pada undikan Porkas.
Sekadar tahu, Porkas atau Pekan Olah Raga dan Ketangkasan merupakan jenis undian berhadiah dan praktik perjudian dalam bidang olahraga, terutama sepak bola, yang sempat ada di Indonesia. Porkas ada pada zaman Orde Baru mulai tahun 1986 hingga 1993.
Nah gimana nih sob, lagu Kendang Kempul Banyuwangi yang mana lagi nih yang pernah hits di era 80an. Bagi yang pernah dengarkan lagi itu dari tape berisi kaset pita dulunya. Seharusnya kini sudah menimang cucu ya. (*)
Editor : Niklaas Andries