Mayang diceritakan telah menikah dengan Haris. Sedangkan Topan statusnya sebagai lajang berprofesi sebagai forografer. Cerita berlanjut saat Mayang dan Harris bepergian untuk belribur.
Topan pun diajak karena ketiganya memiliki tujuan lokasi liburan yang sama. Dalam perjalanan, terkuaklah segala dalam rumah tangga Mayang dan Haris.
Masalah makin kompleks ternyata Topan masih menyimpan cinta masa kecilnya pada Mayang. Puncaknya, Harris mencurigai kedekatan Mayang dan Topan.
Terlepas dari cerita ketiganya tersebut, film ini ternyata menggunakan soundtrack lagu Banyuwangi. Judulnya Impen-Impenan. Dimana lagu ini menceritakan kesunguhan dan ketegaran seorang wanita akan sang pujaan hatinya.
Dwiki Darmawan penata musik dalam film ini berhasil memadukan musik etnik tradisional Banyuwangi kedalam ilustrasi musik. Alunan musik dan syair terdengar jelas saat adegan Topan yang sedang duduk bersama Gandrung Supinah di sebuah pondok di pinggir pantai.
Disanalah dendangkan Lagu Impen-impenen ini terdengar selintas. Suara Supinah semakin mengena unsur romatisme dan kental nuansa Banyuwanginya dengan iringan gesekan biola khas musik Osing.
Dan siapa sangka, jika aransemen Lagu Impen-impenan yang diutak-atik oleh Dwiki mampu menjadikannya sebagai pemenang Tata Musik Terbaik FFI tahun 1991.
Selain itu Film besutan Garin Nugroho ini juga berhasil itu menyabet lima kategori penghargaan dalam Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 1991.
Berikut ini syair Lagu Impen-Impenan yang menjadi Soundtrack dalam Film Cinta Dalam Sepotong Roti tersebut :
Kapan bisa kelaksan, Isun nggandeng rika
Umpama wis keturutan, mandaneya kari lega
Mong rika kang sun sayang, liyane sing ana
Rika kang dadi lamunan, mulane yara welasa
Isun iki seneng temenan, rasane kaya sing serantan
Hun angen-angen ya sampek lendheng, isun impen-impenen (*)