RadarBanyuwangi.id – Di momen Ramadhan 1445 Hijriah kali ini, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar salah satu event Banyuwangi Festival (B-Fest) yakni patrol dan kundaran, Senin (25/3) malam.
Seni musik patrol dan kundaran yang ditampilkan adalah permainan alat bambu yang sedikitnya identik digunakan untuk membangunkan sahur.
Kegiatan tersebut sengaja ditampilkan untuk memeriahkan momen bulan Ramadan di Bumi Blambangan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan ratusan masyarakat yang hadir tetap bertahan menyaksikan atraksi meskipun dalam situasi hujan deras.
Pihaknya bersyukur festival patrol dan kundaran yang diadakan di halaman Stadion Diponegoro tersebut tetap berlangsung dengan sangat meriah.
"Alhamdulillah, kegiatan berlangsung meriah. Semangat peserta tetap tinggi. Saya juga senang melihatnya, semoga hujan ini menjadi keberkahan bagi kita semua," kata Ipuk.
Selain sebagai hiburan masyarakat, Ipuk berharap festival ini juga dapat memberikan pesan moral bahwa kesenian lokal juga berperan dalam merajut keharmonisan antar masyarakat.
Dalam seni patrol dan kundaran misalnya, salah satunya tercermin rasa saling peduli, guyub, dan rukun.
"Melalui festival ini, Banyuwangi ingin nguri-nguri budaya lokal ini dengan cara unik dan menarik. Kami berharap seni ini tetap lestari dan bisa terus dimainkan oleh lintas generasi," jelasnya.
Kabid Kebudayaan Disbudpar, Dewa Alit Siswanto mengungkapkan, sebanyak 10 tim yang terdiri dari 5 tim kundaran dan 5 tim patrol beradu kemampuan di festival tersebut.
Peserta terseleksi dari 25 kecamatan. Masing-masing kecamatan mengirimkan satu tim untuk kundaran dan patrol.
"Para peserta sebelumnya mengirim video penampilan kepada kami. Kemudian yang terpilih ditampilkan secara langsung disaksikan bupati dan masyarakat luas dalam festival kemarin," tuturnya.
Dewa menjelaskan, pada tahap awal panitia menilai para peserta antaranya dari harmonisasi antar musik dan tarian, kekompakan peserta, serta penampilan.
Sementara untuk tahap kedua yaitu di festival, juri menilai penyanyi atau sinden terbaik, koreografer, penataan busana, hingga penyaji terbaik, baik di kundaran maupun patrol.
“Kami senang melihat kondisi yang ada sekarang. Kualitasnya saya lihat lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk dari video yang dikirimkan,” tandasnya. (tar)
Editor : Ali Sodiqin