RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) kembali menggelar Festival Band Pelajar.
Ajang yang mengusung tema Harmoni Nada Rasa Indonesia tersebut dipusatkan di Taman Blambangan mulai Kamis (24/8) sampai Sabtu (26/8).
Pulahan grup band pelajar jenjang SD/sedeajat, SMP/MTs, serta SMA/SMK/MA turut berkompetisi dalam ajang tersebut.
Peserta tidak hanya berasal dari seantero Bumi Blambangan, ada juga yang berasal dari luar Banyuwangi.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemkab selalu membuka ruang bagi kalangan milenial. Berbagai program untuk anak-anak muda pun digulirkan.
“Salah satunya Festival Band Pelajar. Lewat ajang ini kita wadahi bakat dan minat para pelajar yang memiliki passion di bidang musik. Di sini mereka bisa menampilkan kemampuan musikalitasnya,” ujarnya.
Ipuk menegaskan, pemkab terus berkomitmen memberikan ruang yang luas bagi pemuda untuk berkreasi.
Selain event musik, pemkab juga punya acara fashion bagi pelajar SMK, pameran inovasi teknologi pelajar bagi penggemar science, hingga berbagai event seni budaya sepanjang tahun yang menampilkan anak anak muda daerah.
Baca Juga: Muatan Dialihkan ke Tanjungwangi, Pelabuhan Perikanan Masami Nganggur Selama Empat Bulan
Beberapa waktu lalu, lanjut Ipuk, pemkab juga baru saja menggelar berbagai event olah raga yang melibatkan anak-anak muda. Seperti Banyuwangi Open Tennis, kejuaraan nasional anggar Banyuwangi Challenge, hingga kejurnas Karate Banyuwangi Open Challenge.
“Hal ini sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas bakat dan kreativitas mereka. Dengan event-event yang kita gelar harapannya bakat anak-anak muda Banyuwangi semakin terasah, begitu pula rasa percaya dirinya,” ungkapnya.
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan, Festival Band Pelajar rutin diselenggarakan di Banyuwangi.
Penyelenggaraan event ini merupakan salah satu wujud kepedulian pemkab yang secara komprehensif memperhatikan semua kelompok. Contohnya, ada kelompok budayawan, komunitas seniman, dan lain sebagainya.
”Festival yang diselenggarakan rutin setiap tahun ini tentunya diharapkan dapat menjadi wadah dan tempat untuk menyalurkan bakat siswa agar ke depannya generasi muda bisa mendapatkan pembelajaran yang seimbang, baik materi pembelajaran umum maupun seni,” ujar Suratno saat membuka kegiatan tersebut.
Festival Band Pelajar juga menjadi salah satu cara untuk mengembangkan edukasi peserta didik.
Berkaitan tentang kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang telah disampaikan bahwa bermusik atau kegiatan serupa adalah salah satu ikhtiar bentuk menyukseskan Kurikulum Merdeka Belajar.
Oleh karena itu, Suratno meminta kepada para pendidik untuk terus menumbuhkembangkan kemampuan murid dengan cara memotivasi, membina, hingga melatih sesuai dengan bakat dan minat siswa, termasuk pada kemampuan siswa di bidang seni.
”Sehingga, dengan memberikan panduan dan arahan yang tepat harapannya para siswa tersebut dapat berkembang dan memiliki potensi tinggi di bidang musik,” harapnya.
Suratno juga mengungkapkan rasa bangga sekaligus berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah menghadirkan siswa-siswi untuk mendukung rekan lain yang tampil dalam perlombaan tersebut.
Menurut dia, hal tersebut sangat penting karena jiwa solidaritas dan peduli terhadap sesama juga perlu ditanamkan kepada siswa. Sehingga menumbuhkan kepedulian dan kekompakan.
”Saya juga mengapresiasi para siswa yang datang sebagai pendukung. Perlu diketahui, para siswa yang lomba tidak hanya sekadar menampilkan lagu. Lebih dari itu, yang paling penting mereka berani berekspresi dan menyuarakan kemampuannya yang tidak semua pelajar mampu melakukannya,” jelasnya. (tar/sgt)
Editor : Ali Sodiqin