Gedung tersebut digunakan untuk pameran lukisan Boom Art Fair 2023 yang dibuka pukul 16.40, Senin (5/6). Ada hampir 100 lukisan dari 40 karya perupa lokal Banyuwangi yang dipamerkan. Pameran dibuka mulai Senin (5/6) sampai Selasa (20/6).
Opening pameran dihadiri Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Choliqul Ridha, Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri, Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi, dan Presiden ArtOs Nusantara Imam Maskun. Di antara ratusan lukisan yang dipamerkan adalah karya Abdul Hadi, Achmad Rizki Fauzi, Ahyar, Anis Rofiqi, Arthur David Ben Kauwang, Bambang Setiawan, Cak Ipung, dan karya perupa lainnya.
Sekretaris Disbudpar Choliqul Ridha mengaku bersyukur acara pameran bisa dibuka dengan lancar. Lokasi yang digunakan juga berbeda dari biasanya. Dia berharap pameran lukisan ini bisa memberikan manfaat bagi budayawan dan perupa Banyuwangi. ”Para budayawan dan perupa Banyuwangi semakin solid. Harapan kami karya seni yang dipamerkan dapat mengedukasi pengunjung,” ujarnya.
Ketua DKB Hasan Basri mengungkapkan, pemilihan lokasi gedung tua Marina Boom yang dijadikan venue pameran Boom Art Fair 2023 terkesan sangat berbeda dan menarik. Event ini diharapkan bisa menarik tamu dari berbagai wilayah, bahkan mancanegara untuk berkunjung dan menyaksikan keindahan Pantai Boom serta karya yang dipamerkan.
”Ini termasuk salah satu keunikan dan magnet tersendiri bagi masyarakat yang datang. Ini tindak lanjut yang sangat baik setelah pameran ArtOs Nusantara yang sebelumnya telah berjalan sukses,” kata Hasan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi. Boom Art Fair 2023 adalah upaya untuk meneruskan kegiatan ArtOs Nusantara yang sebelumnya telah terlaksana dengan meriah. Menurut Samsudin, lokus baru seni rupa Indonesia kini telah bergeser ke Banyuwangi.
”Kita harus menyikapi ArtOs Nusantara seperti alat musik yang umpama dipukul selalu mengeluarkan vibrasi suara yang indah. Vibrasi tersebut harus kita jaga dan kita gaungkan ke depannya,” pesan Samsudin yang dalam pameran ArtOs Nusantara kemarin didapuk sebagai kurator lukisan.
Sudah waktunya seniman Banyuwangi mulai menghilangkan sekat yang ada. Kerja sama sesama perupa harus lebih diutamakan sehingga menghasilkan karya yang patut mendapatkan apresiasi. Selain itu, masyarakat luar lebih bisa melihat bahwa DNA Banyuwangi memang telah melekat kepada keindahan budaya yang tidak pernah luntur.
”Kabar baiknya, pameran Boom Art Fair 2023 akan dikunjungi beberapa arsitek dari mancanegara. Harapannya bisa terjalin kerja sama dan membawa dampak baik bagi seluruh seniman Banyuwangi,” tandas Samsudin. (tar/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud