Ketiga tari kreasi baru itu ditampilkan apik oleh duta seni pelajar Kecamatan Tegalsari. Menariknya, para duta seni yang tampil itu merupakan pelajar gabungan dari beberapa sekolah yang tergabung dalam gugus sekolah.
Penampilan BCE dibuka dengan tari jejer gandrung yang ditampilkan oleh duta seni pelajar dari gugus doromulyo yakni Karangdoro dan Karangmulyo. Ada juga dari gugus tegalsari dari Desa Tegalsari dan Tegalrejo yang menampilkan tari Punjari. Tidak ketinggalan gugus Sritaman merupakan gabungan Dasri dan Tamansari menampilkan tari alumpang.
Selain itu, duta seni pelajar dari SMPN 1 Tegalsari berhasil tampil memukau lewat tari kreasi baru, Gantari. Gelaran BCE ini dibuka langsung oleh Korwilkersatdik Kecamatan Tegalsari, Drs. Satyani Suselo Hadi.
Menurut Suselo Hadi, festival BCE merupakan salah satu cara Pemkab Banyuwangi memberikan kesempatan bagi anak-anak didik yang saat ini menimba ilmu pelajaran di sekolah untuk lebih mengembangkan bakat dalam berkesenian, dan sebagai bentuk wujud pelestarian seni dan budaya Banyuwangi. “BCE ini sukses tentu karena adanya dukungan seluruh pihak, yang bersama-sama dari seluruh komponen termasuk kepala desa ikut membantu suksesnya acara,” katanya.
Gelaran BCE ini, kata Suselo Hadi, juga dalam rangka mengimplementasikan gerakan Banyuwangi Rebound yakni tangani pandemi, pulihkan ekonomi dan merajut harmoni. “Semoga pandemi Covid 19 ini segera berlalu dan ekonomi kembali pulih. Sehingga kegiatan pengembangan potensi anak didik dan seni budaya ini bisa terus berlangsung,” tandasnya.
Dalam penampikan BCE ini, tidak hanya dimeriahkan oleh siswa SD dan SMP. Sekolah SMKN 1 Tegalsari juga unjuk kebolehan lewat tari Angle Cinta, dan SMKN 2 Tegalasri turut berpartisipasi menampilkan tari Gandrung Dor. (ddy/afi) Editor : AF Ichsan Rasyid