KALIPURO, RadarBanyuwangi.id – Impor beras tampaknya masih menjadi langkah yang dipilih pemerintah untuk mengamankan stok beras.
Senin (20/11) ribuan ton beras impor dari Vietnam menjalani proses bongkar terakhir sebelum disimpan di gudang Bulog Banyuwangi.
Kapal berbendera Vietnam AN THINH PHU 08 tersebut mengangkut 6.900 ton beras yang sudah dibongkar sejak Rabu (15/11) lalu di Pelabuhan Tanjung Wangi. Kiriman beras impor ini bukan yang pertama kalinya.
Bulan Juni lalu, Bulog sudah dua kali kedatangan beras impor. Yang pertama berjumlah 3.987 ton beras dari Vietnam. Yang kedua sebanyak 6.194 ton beras asal Thailand.
Selama pertengahan tahun 2023, ada lima kali pengiriman beras impor. Dengan total beras impor yang diterima 24,6 ribu ton. Sebanyak 6 ribu ton di antaranya dikirim ke tiga daerah, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Bondowoso.
Pengiriman bulan November menjadi yang keenam kalinya di Banyuwangi. ”Proses bongkar muatnya terakhir hari ini (kemarin),” ujar pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun.
Beras yang baru diimpor akan digunakan untuk dua wilayah, yaitu Bulog Banyuwangi dan Bali. Sebanyak 3.000 ton dikirim ke Bali untuk mencukupi kebutuhan di sana. Sisanya disimpan untuk stok di gudang Bulog Banyuwangi.
Harisun menyebut, pengiriman ini bukan yang terakhir kalinya. Rencananya, dalam pekan ini akan ada lagi kiriman beras impor yang tiba di Tanjung Wangi.
Harisun mengatakan, kondisi ini tak lepas dari dampak El Nino yang secara merata membuat beberapa wilayah produsen beras harus mengambil langkah darurat dengan mendatangkan beras impor.
”Sulawesi juga mendatangkan beras impor. Di Banyuwangi kemungkinan akan kedatangan lagi, kemungkinan tanggal 24 November,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin