GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Pada liburan Natal dan tahun baru (Nataru), harga kebutuhan pokok terus meningkat. Salah satunya telur yang masih tinggi. Saat ini, harga di tingkat eceran mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
Harga telur yang mencapai Rp 30 ribu per kilogram, sangat memberatkan warga karena dianggap masih tinggi. “Saya beli setengah kilogram harganya Rp 15 ribu, satu kilogram ya Rp 30 ribu,” cetus Liana, salah satu warga Desa Tampo, Kecamatan Cluring.
Menurut Liana, harga telur yang mahal ini dipengaruhi libur nataru. Biasanya, harga itu berangsur akan turun, tapi biasanya agak lama. “Saya dengar setelah Januari, harga telur akan turun sendiri,” katanya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng di lokasi peternakan ayam petelur, PT. Sari Nadi, Desa Wringingagung, Kecamatan Gambiran, saat ini harga telur sudah mulai turun. “Dalam empat hari terakhir, harga telur terus turun,” cetus Sutriyani, 45, salah satu karyawati peternakan PT. Sari Nadi.
Menurut Sutriyani, secara berturut-turut harga telur itu menurun. Pada Senin (27/12) sore, harga telur Rp. 26.500 per kilogram. Harga itu sudah turun Rp. 1000 dari harga sebelumnya Rp. 27.500 per kilogram. Pada Jumat (24/12) harga telur mencapai Rp. 28 ribu per kilogram. Biasanya, harga di tingkat eceran selisih antara Rp. 2000 sampai Rp. 3000. “Kalau di eceran masih mahal, itu mungkin barang kulakan kemarin,” terangnya.
Sutriyani mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu naik turunnya harga telur tersebut. Untuk perkiraan, pada Selasa (hari ini), harga telur akan kembali turun. “Sepertinya besok (hari ini) turun, tapi ya tidak tahu lagi,” pungkasnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono