Komisi II DPRD Situbondo memberikan apresiasi kepada Kiai H. Alma’i Sofyan, penggagas komunitas selawat di Situbondo. Pasalnya, mereka turut membantu menurunkan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan ramuan Sapi Jawat (Jamu Selawat) yang diberikan secara gratis kepada warga. Minuman itu ampuh menyembuhkan hewan yang terpapar PMK.
Anggota Komisi II, DPRD Situbondo, Suprapto mengatakan, antusias komunitas selawat yang dikomando oleh Putra Almarhum Kiai Sufyan dalam menangani kasus PMK, itu sangat besar. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah mengatasi pandemi penyakit tersebut, mereka justru aktif terlibat memberikan angin segar pada warga yang kesulitan.
“Sejak munculnya kasus PMK, komunitas selawat sudah terjun ke masyarakat memberikan jamu selawat gratis. Mereka konsisten setiap hari memberikan jamu kepada warga,” ujar Suprapto, Rabu (10/8).
Politisi PKB itu menjelaskan, pemberian jamu selawat gratis rutin dilakukan. Warga tidak sampai kehabisan persediaan untuk kebutuhan hewan ternaknya. “Manfaat jamu selawat memang bisa menyembuhkan hewan ternak yang terpapar PMK,” ungkap kata pria berambut putih itu.
Dia mengaku sudah membuktikan. Sejumlah sapi miliknya beberapa pekan sebelumnya sakit. Setelah diberi jamu tersebut secara rutin, dapat mengembalikan stamina hewan dan menambah nafsu makan. “Perkembangan sapi untuk sembuh itu cepat,” ucapnya.
Politisi asal Kecamatan Panarukan itu menyebutkan, komunitas selawat asuhan dari KH Alma’i Sofyan tersebar luas di 17 kecamatan. Pemberian jamu gratis pun dilakukan secara serentak. “Warga tidak sampai kesulitan mendapatkan jamu selawat. Karena masing-masing daerah sudah ada perwakilannya. Mereka sudah menyediakan jamu tersebut setiap hari, sesuai kebutuhan warga,” pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal