Dalam kecelakaan itu, pemotor yang masih satu keluarga asal Dusun Sikolilo, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono itu, semua mengalami luka serius dan dilarikan ke RS Graha Medika Gambiran. “Yang naik motor bapak, ibu, dan anaknya,” terang Kanitlantas Polsek Gambiran, Iptu Paulus Taang.
Menurut Kanitlantas, mobil Daihatsu Gran Max yang disopiri Babun Rahman, 21, warga Desa Jambe Arum, Kecamatan Sumber Jambe, Kabupaten Jember, itu mobil travel yang membawa sembilan orang penumpang. “Mobil Gran Max berisi rombongan keluarga dari Jember,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng, Jumat (2/9).
Kanitlantas menyebut kecelakaan itu bermula saat Sadya yang naik motor Honda Revo bersama istri dan anaknya melaju dari arah utara. Sedang mobil Daihatsu Gran Max melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan. Setiba di lokasi kejadian, sopir mobil tancap gas karena menyalip kendaraan yang ada di depannya.
Tapi sial, terang dia, saat menyalip itu ban depan mobil Daihatsu Gran Max bagian kanan meletus. Akibatnya, Babun tidak bisa mengendalikan setir mobil. Bersamaan dengan itu, mobil ini menabrak motor Honda Revo yang meluncur dari arah depan. “Mobil Gran Max langsung menabrak motor yang dinaiki satu keluarga,” bebernya.
Usai menabrak pemotor, masih kata Kanitlantas, laju mobil semakin tidak terkendali dan baru berhenti setelah menabrak toko bangunan Mugi Jaya milik Munir, 55. “Mobil menabrak pagar hingga rusak berat di bagian depan,” jelasnya.
Akibat kecelakan itu, lanjut Kanitlantas, Sadya mengalami patah jari tangan, sedang istri dan anaknya hanya luka di kaki dan tangannya. “Oleh warga ditolong dengan dibawa ke Rumah Sakit Graha Medika Gambiran untuk mendapat perawatan,” cetusnya.
Sedang dari mobil Daihatsu Gran Max, ada empat orang yang turut menjadi korban, yakni sopir Babun yang mengalami luka robek di kaki kirinya, dan tiga penumpangnya Marzuki, 50; Bahrul, 40, dan Abdul Muin, 45. “Semuanya juga dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi