KANTONGI REKOM: Pasangan Ipuk Fiestiandani-Mujiono menerima surat rekomendasi pencalonan bacabup-bacawabup dari Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji di Surabaya, Minggu (4/8).
Betapa tidak, jauh hari sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran pasangan calon (paslon) peserta pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini, Ipuk-Mujiono sudah mendapat rekomendasi dari lima di antara tujuh partai politik (parpol) peraih kursi DPRD Banyuwangi.
Bahkan, jika dikalkulasi jumlah kursi dewan yang diraih lima parpol tersebut dari hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mencapai 35 unit. Angka ini setara 70 persen dari total kursi DPRD Banyuwangi.
Total perolehan kursi yang mencapai 70 persen itu jauh melampaui persyaratan minimal parpol atau gabungan parpol yang dapat mendaftarkan paslon. Sebab, berdasar Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016, parpol atau gabungan parpol dapat mendaftarkan paslon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.
Sementara itu, yang terbaru Ipuk-Mujiono mendapat rekomendasi sebagai cabup-cawabup dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar). Rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim M. Sarmuji di Surabaya pada Minggu (4/8).
Prosesi penyerahan rekomendasi juga disaksikan Ketua DPD Golkar Banyuwangi Ruliyono.Dikonfirmasi Senin (5/8), Ruliyono menegaskan bahwa rekomendasi cabup-cawabup tersebut merupakan keputusan mutlak DPP.
Dia menyatakan siap mengerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Golkar Banyuwangi untuk memastikan kemenangan Ipuk-Mujiono.
”Kami akan berkoordinasi dengan semua jajaran Partai Golkar Banyuwangi. Mulai pengurus harian DPD sampai pengurus ranting untuk memastikan kemenangan Ipuk-Mujiono,” ujarnya.
Rekomendasi dari DPP Golkar tersebut sejalan dengan usulan dari DPD Golkar Banyuwangi. Pada 20 April lalu DPD Golkar Banyuwangi menggelar rapat pleno yang diperluas untuk menjaring figur yang akan diusulkan sebagai cabup-cawabup Banyuwangi kepada DPP.
Dalam forum yang digelar di aula kantor DPD Golkar Banyuwangi itu, para pengurus harian maupun pimpinan kecamatan (PK) Golkar se-Bumi Blambangan secara aklamasi mengusulkan nama Ipuk untuk diusung pada pilkada mendatang.
Tidak sendiri, nama bupati petahana disodorkan ke DPP Golkar melalui DPD Golkar Jatim bersama tiga bakal calon wakil bupati (cawabup).
Mereka adalah Ketua DPD Golkar Banyuwangi Ruliyono serta dua tokoh dari jajaran eksekutif, yakni Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo.
Selain Golkar, Ipuk-Mujiono dikabarkan juga telah mendapat rekomendasi dari DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Banyuwangi Basir pun tidak menampik kabar tersebut. Hanya saja, surat rekomendasi dimaksud belum diserahkan kepada Ipuk dan Mujiono.
Basir menyebut, rekomendasi dari DPP belum diserahkkan kepada Ipuk-Mujiono lantaran DPP masih menyesuaikan surat rekomendasi dengan format formulir untuk pendaftaran pasangan cabup-cawabup ke KPU.
”Setelah itu, rekomendasi tersebut akan diserahkan kepada pasangan Ipuk-Mujiono,” ujarnya Senin sore (5/8).
Sekadar diketahui, sebelum Golkar dan PPP, Ipuk-Mujiono juga sudah mendapat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat (PD). Hal itu juga dibenarkan oleh Ketua PD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto.
Michael mengatakan, awalnya rekomendasi tersebut akan diserahkan kepada Ipuk pada Kamis (25/7) lalu. Namun, karena Ipuk masih ada agenda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), penyerahan rekomendasi tersebut dijadwalkan ulang.
Tidak hanya itu, Ipuk juga telah resmi mendapat rekomendasi dari DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Surat rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jatim Lita Machfud Arifin kepada Ipuk di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, yakni NasDem Tower, Jakarta, Kamis (11/7) lalu.
Ketua DPD NasDem Banyuwangi Supriyadi KS mengatakan, NasDem konsisten dengan tagline politik tanpa mahar. Karena itu, NasDem menyerahkan sepenuhnya kepada Ipuk untuk memilih figur yang akan digandeng menjadi calon wakil bupati (cawabup).
Sementara itu, PDIP juga nyaris dipastikan kembali menjadi kendaraan politik yang akan mengantarkan Ipuk mengarungi Pilbup 2024. DPP PDIP dikabarkan telah memberikan rekomendasi cabup kepada Ipuk.
Kabar tentang rekomendasi PDIP kepada Ipuk tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jatim Said Abdullah.
”Yang sudah turun rekomendasi ada Banyuwangi. Rekom Banyuwangi untuk istrinya Pak Azwar Anas (Ipuk),” ujarnya kepada sejumlah wartawan di kantor DPD PDIP Jatim pada Kamis (25/7).
Namun demikian, hingga kemarin (5/8), rekomendasi dari partai pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tersebut belum diserahkan kepada Ipuk. Said menyebut, rekomendasi dari PDIP kepada Ipuk hanya tinggal diserahkan. (sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries