Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mampu Jinakkan Kobaran Api, Ibu-Ibu di Desa Gumuk Banyuwangi Serasa Jadi ‘Wonder Woman’: Efek Latihan Mitigasi Kebakaran

Sigit Hariyadi • Senin, 3 Juni 2024 | 15:10 WIB

SIGAP: Salah satu peserta berupaya memadamkan kobaran api dalam rangkaian pelatihan dan simulasi kebakaran di Desa Gumuk, Kecamatan Licin.
SIGAP: Salah satu peserta berupaya memadamkan kobaran api dalam rangkaian pelatihan dan simulasi kebakaran di Desa Gumuk, Kecamatan Licin.
Radarbanyuwangi.id - Api berkobar dari dalam tong berbahan logam di Desa Gumuk, Kecamatan Licin. Bak karakter perempuan superhero fiktif ”Wonder Woman”, berbekal karung goni satu perempuan sigap memadamkan si jago merah.

Peristiwa itu merupakan salah satu rangkaian pelatihan dan simulasi kebakaran yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi pada Kamis (30/5). Tepatnya, dalam rangkaian kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang dijalani Bupati Ipuk Fiestiandani.

Pada kegiatan tersebut, para ibu rumah tangga mendapatkan pengetahuan tentang tindakan pertama dan cara penanganan awal saat terjadi kebakaran, terutama kebakaran di dapur.

”Ibu-ibu ini aktivitasnya sering berhubungan dengan dapur dan peralatan listrik. Karena itu, saya minta Dinas Damkarmat untuk memberi pelatihan agar mereka memiliki pengetahuan cara meminimalkan terjadinya kebakaran di rumah dan bagaimana penanganannya,” ujar Bupati Ipuk Minggu (2/6).

Sekitar 50 ibu rumah tangga mengikuti pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran yang digelar di Desa Gumuk, Kecamatan Licin tersebut. Setelah mendapat pengarahan tentang teori dan tata cara penanganan, satu per satu emak-emak peserta pelatihan dilatih memadamkan api dari benda yang terbakar di dalam tong serta tabung elpiji yang ngowos alias mengeluarkan api.

Ipuk berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kewaspadaan para ibu rumah tangga terhadap bahaya kebakaran. Menurut Ipuk, musibah kebakaran lebih banyak disebabkan oleh kelalaian manusia (human error).

Misalnya lupa mencabut stop kontak listrik, lupa mematikan kompor, dan sebagainya. ”Setelah mendapatkan pelatihan ini, harapannya ibu-ibu menjadi lebih waspada dan berhati-hati, sehingga bisa menjaga keselamatan nyawa serta harta benda di rumah maupun lingkungan sekitarnya,” harapnya.

Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta. Salah satunya, Dwi Susanti yang mengaku mendapatkan pengetahuan baru dan bermanfaat. ”Sekarang saya tahu cara memadamkan api yang benar supaya tidak cepat menyebar. Kami juga diingatkan agar tidak panik saat terjadi kebakaran sehingga bisa fokus melakukan penanganan,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Yoppy Bayu Irawan menambahkan, kebakaran yang disebabkan oleh percikan api umumnya dimulai dari api yang sangat kecil. 

”Dengan pengetahuan dasar yang diberikan, ibu-ibu diharapkan bisa mencegah kebakaran yang lebih besar. Minimal mereka tidak panik dan bisa segera melakukan upaya-upaya untuk meminimalkan risikonya,” jelasnya.

Misalnya, kebakaran kompor tidak dianjurkan untuk dipadamkan menggunakan air, tetapi bisa menggunakan handuk, selimut, atau karung goni basah. ”Jika kebakaran menimpa suatu benda, segera pisahkan benda-benda itu dari benda lain di lingkungan tersebut agar tidak menjalar dan menjadi lebih besar apinya,” terang Yoppy.

Untuk menghindari terjadinya kebakaran, ibu-ibu diminta untuk lebih berhati-hati. Jangan meninggalkan setrika dalam keadaan hidup, lupa mematikan kompor saat tidak digunakan, atau membakar sampah sembarangan.

Selain ibu-ibu rumah tangga, di tiap program Bunga Desa, pelatihan tanggap bencana juga diberikan kepada kalangan siswa. Tak hanya tentang mitigasi kebakaran, mereka juga diajarkan tentang upaya penyelamatan saat terjadi bencana alam seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor, dan sebagainya. (sgt/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#bupati ipuk #Human Error #pemkab banyuwangi #bunga desa #Mitigasi #banyuwangi #kebakaran #licin #Damkarmat