RadarBanyuwangi – Destinasi wisata edukasi Omahseum kedatangan dua tamu spesial Rabu (27/3).
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Zen Kostolani berkunjung ke museum yang berlokasi di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, tersebut.
Omahseum merupakan ”galeri” yang diisi beragam jenis koleksi. Sang penggagas sekaligus pendiri Omahseum, Thomas Racharto, sengaja menyulap kediaman pribadinya—tepatnya seluruh ruangan di lantai dua rumahnya— menjadi galeri yang diisi berbagai jenis koleksi.
Mulai dari uang koin lawas, piring keramik, perunggu, karduluk tiga dimensi, alat kesenian seperti bendik, saron, kendreng, hingga fosil geraham gajah yang usianya mencapai 1,8 juta tahun.
Kepala Dispendik Suratno mengaku kagum dengan ribuan koleksi artefak yang dipajang di Omahseum tersebut.
Bahkan, dia berinisiatif menjadikan Omahseum sebagai salah satu rumah belajar sejarah bagi kalangan siswa. Dia pun menyatakan bakal menggerakkan kalangan pelajar untuk mengunjungi Omahseum.
”Omahseum ini sangat langka, karena dari kolektor pribadi dan telah dilakukan kurasi. Terdapat ribuan macam artefak. Dari situ tentu bisa menjadi literasi sejarah dan budaya di Banyuwangi dan menjadi bahan ajar bagi guru dan murid,” ujar Suratno.
Dia menambahkan, setelah Omahseum diresmikan, pada tahap awal pihaknya ingin Thomas Racharto selaku owner mengadakan gesah bersama guru dan kepala sekolah terkait apa saja koleksi yang dimiliki serta makna sejarah yang ada dari berbagai koleksi tersebut.
Pihaknya berkomitmen menjadikan Omahseum sarana pendidikan.
Menurut Suratno, sejauh ini seluruh barang yang ada di Omahseum dirawat dan dikelola dengan baik. Sangat detail, bahkan diarsipkan secara khusus.
”Saya sempat menyarankan untuk bisa mencari relawan. Terlebih ke depan akan dijadikan destinasi pembelajaran,” jelasnya.
Pendiri Omahseum Thomas Racharto menambahkan, dengan adanya komitmen tersebut, pihaknya mulai berniat untuk menata ruang dan barang sedemikian rupa.
Sehingga, nantinya lebih layak dan lebih menarik perhatian pengunjung.
Thomas juga mengaku siap menularkan ilmu kepada para siswa jika memang Omahseum tersebut dijadikan salah satu destinasi wisata edukasi di Banyuwangi.
”Tentu sangat senang sekali. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Perpustakaan atas kepeduliannya. Semoga komitmen yang sudah terjalin dapat terealisasi dan bermanfaat,” tandasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Salis Ali Muhyidin