Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sejumlah Caleg Resah Suara Mendadak Hilang di Sirekap, KPU Sebut Kesalahan KPPS Tidak Dibenahi sejak Awal

Bagus Rio Rohman • Jumat, 23 Februari 2024 | 20:36 WIB
RESAH: Perhitungan hasil pemilu 2024 membuat caleg resah karena perbedaan suara di TPS dan Sirekap.
RESAH: Perhitungan hasil pemilu 2024 membuat caleg resah karena perbedaan suara di TPS dan Sirekap.

Radarbanyuwangi.id – Sejumlah calon anggota legistaif (caleg) dibuat resah dengan data penghitungan suara yang dipublikasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bersumber dari sistem informasi rekapitulasi elektronik (Sirekap).

Sebab, perolehan suara caleg yang ditampilkan berbeda dari perolehan suara yang sebenarnya.

Bahkan, banyak caleg yang mengaku suara mereka hilang dalam data yang dipublikasikan di laman pemilu2024.kpu.go.id tersebut.

”Pada Minggu (18/2), sistem menampilkan suara yang saya peroleh mencapai 9 ribu lebih. Tapi, ketika Senin (19/2) mendadak menjadi 6 ribu lebih,” ujar caleg DPR RI dari PKB Ahmad Rifai alias Tedjo.

Tedjo yang merupakan caleg pendatang baru mengaku tidak mengetahui penyebab hilangnya perolehan suara yang dia kumpulkan.

Sebab, timnya juga belum selesai melakukan pengumpulan data.

”Dari internal kita belum selesai rekap, jadi saya sendiri tidak mengetahui pasti hilangnya suara tersebut karena sistem eror atau adanya kecurangan,” kata dia.

Tedjo menambahkan, di salah satu TPS angka 0 atau 3 malah terbaca 8.

”Anehnya hanya beberapa caleg yang terjadi kesalahan tersebut, sedangkan caleg lainnya suara di Sirekap tetap stabil,” terangnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Ari Mustofa meminta masyarakat tidak hanya mengacu pada hasil yang diunggah pada laman Sirekap Mobile.

Hasil yang diunggah melalui laman itu tidak akurat dan masih rancu.

”Karena yang terpampang di situs itu juga ada disclaimer yang menjelaskan bahwa itu bukan hasil resmi. Itu hanya alat bantu percepatan memberikan informasi kepada publik,” katanya.

Ari menyebut, aplikasi Sirekap sejauh ini tidak bisa menjadi acuan lantaran kurang akurat.

Karena terkadang ada salah baca pada sistem dan tidak dibenahi oleh kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

”Terkadang sistem yang salah baca, makanya tidak akurat. KPPS juga tidak membenahinya,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Ari, pembenahannya adalah melalui proses rekapitulasi suara secara manual hingga kemarin dilakukan di tingkat kecamatan.

”Maka pembenarannya inilah yang saat ini (kemarin) dilakukan di tingkat kecamatan dengan menghitung secara manual perolehan suara peserta pemilu,” terangnya.

Ari meminta masyarakat bersabar menunggu hasil akhir rekapitulasi resmi yang dikeluarkan oleh KPU.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak terpaku dengan perolehan suara yang terpampang pada sistem.

”Rekapitulasi perolehan suara secara berjenjang ini yang akan menjadi patokan bagi KPU untuk menetapkan hasil akhir Pemilu 2024,” tegasnya. (rio/sgt/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#sistem #kpps #dpr ri #pemilu 2024 #Sirekap #kpu banyuwangi #Hasil #tps #Disclaimer #elektronik #komisioner #calon anggota legislatif #rekapitulasi #stabil #caleg