Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

ODGJ Diprediksi Marak Pascapemilu 2024, Dinkes Minta Semua Puskesmas di Banyuwangi Siap Tampung Caleg Gagal

Ayu Lestari • Sabtu, 23 Desember 2023 | 19:30 WIB
Ilustrasi caleg gagal. (M Faisal/Radar Sampit)
Ilustrasi caleg gagal. (M Faisal/Radar Sampit)

RadarBanyuwangi.id Dinas Kesehatan Banyuwangi menyiagakan seluruh puskesmas di wilayah setempat untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan pasien gangguan jiwa dampak Pemilu 2024 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, hal tersebut dilakukan  berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa 5 sampai 6 persen masyarakat Indonesia mengalami gangguan jiwa mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat akibat kegagalan pemilu.

Momen pesta demokrasi tersebut dinilai dapat memicu peningkatan potensi gangguan jiwa kepada para calon lesgilatif (caleg) yang gagal melenggang ke kursi dewan. Juga masyarakat umum maupun petugas pemilu yang terlibat langsung dalam kegiatan lima tahunan tersebut.

Menurut Amir, gangguan kejiwaan yang dapat terjadi diantaranya anxiety disorder dan depressive disorder.

”Anxiety Disorder adalah gangguan kecemasan yang melebihi ambang batas kewajaran. Ditandai dengan perasaan khawatir, cemas, atau takut yang cukup kuat untuk mengganggu aktivitas sehari-hari. Anxiety adalah gangguan kejiwaan yang masih tergolong ringan dan ini rawan terjadi pada saat tahapan kampanye seperti saat ini,” ujarnya.

Selanjutnya, pengidap gangguan kejiwaan yang terjadi saat pemilu berlangsung yakni, depressive disorder.

Amir menyebut, depressive disorder adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus tertekan atau kehilangan minat dalam beraktivitas, menyebabkan penurunan yang signifikan dalam kualitas hidup sehari-hari.

Penyebab dari pengidap gangguan depressive disorder tersebut yakni, ketegangan yang bersumber dari kombinasi kondisi biologis, psikologis, dan sosial. 

Depressive disorder diidentifikasi rawan terjadi pasca pengumuman ketika sudah diketahui siapa yang menang dan siapa yang kalah.

”Oleh karenanya, kami telah mengantisipasi dengan menyiapkan langkah promotif dan preventif untuk mengantisipasi agar kasus gangguan jiwa pasca pemilu tidak meningkat signifikan. Dinkes juga telah menggelar Rapat Koordinasi penguatan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa di kabupaten Banyuwangi,” tururnya.

Amir mengaku, rapat koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan di Ballroom Blambangan Kokoon Hotel tersebut dilakukan dengan tujuan, dapat meningkatkan pertisipasi peran dalam penanggulangan kesehatan jiwa masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengundang beberapa SKPD terkait, untuk hadir sebagai Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM).

”Secara umum persiapan ini tidak hanya untuk pemilu. Namun karena diidentifikasi ada peningkatan, maka TPKJM juga difokuskan untuk mencegah dan menangani pasien gangguan jiwa akibat pemilu,” jelasnya.

Selanjutnya, kini Dinkes juga berupaya untuk mematangkan layanan kejiwaan di seluruh puskesmas di Bumi Blambangan. 

Saat ini, diketahui pada setiap puskesmas telah tersedia pengelola program jiwa. Masyarakat Banyuwangi telah  disediakan layanan konseling, terapis ataupun pengobatannya.

”Bila gangguan kejiwaannya cukup berat, dinas menjadikan Puskesmas Licin sebagai rujukan. Di sana sudah disediakan dokter spesialis, ada tempat khusus dan ada layanan khusus,” tandas Amir. (tar/als)

Editor : Ali Sodiqin
#gila #gangguan #jiwa #2024 #pemilu #gagal #banyuwangi #caleg #puskesmas