RadarBanyuwangi.id – Proses rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) formasi tahun 2023 di lingkup Pemkab Banyuwangi terus bergulir.
Setelah melalui seleksi administrasi, sebanyak 760 calon aparatur sipil negara (ASN) menjalani seleksi kompetensi di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP).
Pelaksanaan seleksi sesuai dengan Surat Pengumuman Nomor 810/4709/429.204/2023 tentang Jadwal Seleksi Kompetensi PPPK Pemkab Banyuwangi Tahun 2023.
Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara Nomor 727/B-KP.01.01/SD/KR.II/2023 tanggal 7 November 2023 perihal Penyampaian Jadwal Seleksi Kompetensi PPPK Tahun 2023.
Kepala BKPP Banyuwangi Ilzam Nuzuli mengungkapkan, seleksi dilaksanakan selama tiga hari, yakni Minggu (12/11) hingga hari ini (14/11). Pelaksanaan tes dibagi tiga sesi per hari.
”Seleksi kompetensi PPPK dilaksanakan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Alhamdulillah, hari pertama (Minggu) berjalan lancar, hanya ada dua orang tanpa konfirmasi. Maka, secara sistem mereka gugur,” ujarnya.
Sebanyak 760 peserta yang berhak mengikuti seleksi kompetensi tersebut merupakan pelamar tiga formasi yang tersedia, yakni tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
Namun, tidak semua peserta mengikuti tes di kantor BKPP Banyuwangi. Sebanyak 5 peserta mengikuti tes di lokasi lain.
Rinciannya, dua peserta mengikuti seleksi di Islamic Centre Malang dan satu peserta di aula Universitas Bahaudin Mudhary, Kabupaten Sumenep.
Satu peserta lainnya mengikuti tes di MG Setos Hotel, Kota Semarang dan satu peserta di Karang Setra Hotel & Cottages, Kota Bandung.
”Ini merupakan ujian kompetensi yang nantinya menunggu rekapitulasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Formasi khusus untuk tenaga harian lepas (THL) atau honorer ada model pemeringkatan. Formasi umum ada pemeringkatan berdasar passing grade,” jelas Ilzam.
Hingga kemarin dari 129 kuota guru terisi 126 peserta. Detailnya, 125 guru lulus passing grade 2021 yang masuk prioritas pertama (P1).
Serta satu sisanya formasi umum yaitu Guru Agama Katolik mengikuti tes PPPK seperti yang lainnya.
Ilzam menegaskan nilai yang diperoleh peserta seleksi kompetensi telah diumumkan secara transparan.
Para peserta dapat melihat secara langsung nilai peserta di setiap sesi ujian melalui kanal YouTube BKD di masing-masing lokasi pelaksanaan tes.
Oleh karena itu, Ilzam berharap masyarakat mampu bijak dalam menanggapi berbagai informasi palsu. Terutama terkait status kelulusan yang rawan digunakan sebagai tindak penipuan.
”Jadi, publik tahu berapa skor ujian karena sistem transparan. Saya berpesan seluruh pihak jangan mempercayai oknum tertentu yang mengaku dapat memfasilitasi kelulusan. Sudah pasti itu adalah penipuan,” tegasnya. (rei/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin