RadarBanyuwangi.id – Menyongsong 2024, eksekutif dan legislatif mulai membahas rancangan pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun depan.
Pada rancangan awal, pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp 2,495 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp 2,5 triliun.
Pembahasan APBD 2024 tersebut ditandai dengan penyampaian nota pengantar oleh Bupati Ipuk Fiestiandani dalam forum rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Kamis (9/11).
Nota pengantar bupati tersebut dibacakan Wakil Bupati (Wabup) Sugirah.
Sugirah mengungkapkan, tema pembangunan Pemkab Banyuwangi tahun 2024 adalah “Menguatkan Ketahanan Ekonomi dengan Menjaga Stabilitas Sosial dan Infrastruktur Terintegrasi melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi”.
Dia lantas membeber proyeksi sejumlah indikator. Di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81 persen dan persentase penduduk miskin sekitar 7,32 persen.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka berkisar 4,68 persen, indeks pembangunan manusia (IPM) pada kisaran 71,75, dan rasio gini diproyeksi 0,31.
Selanjutnya, Sugirah membeber proyeksi pendapatan dan belanja daerah tahun depan. Pendapatan daerah tahun 2024 mendatang mencapai Rp 2,495 triliun.
Pendapatan daerah tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 605 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp 1,839 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 51,248 miliar.
“Sedangkan komposisi belanja daerah dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2024 mencapai Rp 2,52 triliun,” bebernya.
Tidak hanya itu, Sugirah juga menyampaikan komposisi pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan daerah yang diproyeksi sebesar Rp 25 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah diproyeksikan nihil.
“Seluruh proyeksi baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan, diharapkan dapat secara efektif menstimulasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka pengangguran, ketimpangan, dan kemiskinan di Banyuwangi,” ujarnya, Kamis (9/11).
Sementara itu, Ketua DPRD I Made Cahyana Negara mengatakan, fokus Pemkab Banyuwangi berorientasi pada pengentasan pengangguran, kemiskinan, dan sebagainya.
“Kami ingin mengapresiasi karena Pemkab Banyuwangi menghadapi beberapa tantangan, kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. Tekanan dari luar juga ada, jadi memang orientasi dari APBD kita untuk hal tersebut,” ucapnya. (rei/sgt)
Editor : Ali Sodiqin