RadarBanyuwangi.id – “Aroma” persaingan perebutan kursi DPRD Banyuwangi kian terasa.
Tidak hanya partai politik (parpol) dan para calon anggota legislatif (caleg) yang terus memanaskan “mesin” untuk meraih sebanyak-banyaknya suara pemilih, pihak penyelenggara Pemilu seolah tak kalah sibuk.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, misalnya, setelah menetapkan daftar calon tetap (DCT) pemilihan anggota DPRD Banyuwangi, sejumlah komisioner lembaga tersebut langsung bertandang ke Jakarta untuk melakukan persetujuan (approval) surat suara.
Tidak hanya itu, KPU juga mulai disibukkan dengan beragam logistik untuk kebutuhan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Setelah akhir Oktober lalu kedatangan 10.270 botol tinta Pemilu, Kamis (9/11) giliran bilik suara yang tiba di Banyuwangi.
Tidak tanggung-tanggung, jumlah bilik suara yang diterima mencapai 20.540 unit.
Kedua logistik tersebut disimpan di gudang PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) di Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
Jumlah bilik suara berbahan karton dupleks kedap air tersebut disesuaikan dengan tempat pemungutan suara (TPS) di Banyuwangi yang mencapai 5.135 unit. Masing-masing TPS mendapat alokasi empat bilik suara.
Ketua KPU Banyuwangi Dwi Anggraini Rahman membenarkan hingga kemarin logistik yang sudah datang adalah tinta dan bilik suara.
“Sudah ada dua logistik yang tiba di Banyuwangi, yaitu tinta dan bilik suara. Untuk bilik suara, saat ini (kemarin) masih proses di gudang,” ujarnya pasca memimpin Sosialisasi Tahapan Pengelolaan Logistik di Hotel Kokoon kemarin.
Dwi menjelaskan, pengadaan logistik dilakukan melalui katalog elektronik (e-katalog). Setelah bilik suara, ada beberapa logistik lain yang sedang proses pengadaan. Salah satunya segel plastik.
“Saat ini yang sedang berproses adalah segel plastik. Pengadaan ada di Tangerang. Kebutuhan segel plastik di Banyuwangi mencapai 133.510 buah,” kata dia.
Logistik lainnya yang rencananya akan datang dalam waktu dekat adalah kotak suara. Disebutkan, setiap TPS mendapatkan alokasi lima kotak suara dan masing-masing kecamatan memperoleh dua kotak suara cadangan. Sehingga total kotak suara yang akan datang berjumlah 20.675 unit.
Dwi memastikan keamanan logistik yang telah tiba di Banyuwangi tersebut. Gudang tempat penyimpanan logistik pemilu dijaga oleh empat personel selama 24 jam per hari. Selain itu, pihak KPU juga bekerja sama dengan pihak pengamanan.
“Penjagaan di gudang 24 jam. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dalam penjagaan logistik mulai drop di gudang hingga pendistribusian,” terangnya.
Sementara itu, KPU juga akan menerima surat suara. Dwi mengaku pihaknya sudah melakukan proses approval surat suara pemilihan anggota DPRD Banyuwangi ke KPU RI di Jakarta.
Hal ini dilakukan untuk memastikan nama dan gelar caleg yang tercantum dalam surat suara benar.
Nama-nama kandidat wakil rakyat yang tercantum dalam surat suara sesuai dengan DCT yang sudah ditetapkan beberapa hari lalu.
Meski penetapan DCT dilakukan KPU Banyuwangi, imbuh Dwi, namun pengadaan surat suara menjadi ranah KPU RI.
Dia menuturkan, surat suara tersebut diprekirakan tiba di kabupaten the Sunrise of Java pada Januari mendatang. “Sortir dan lipat surat suara mulai Januari hingga Februari,” cetusnya.
Berkenaan dengan pendistribusian logistik, Dwi mengaku pihaknya juga memberikan atensi khusus ke beberapa TPS. Ada beberapa TPS yang logistiknya perlu dikirim lebih dahulu sehingga dipastikan tiba tepat waktu.
“Ada beberapa TPS di Banyuwangi yang tidak bisa dijangkau dengan mode transportasi biasa. Seperti di daerah Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, yang harus menggunakan kendaraan off road. Sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan biaya besar. Ada lagi di daerah Kalibaru, yakni area perkebunan yang kerap dilanda hujan,” pungkasnya. (rei/sgt)
Editor : Ali Sodiqin