Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Desi Prakasiwi Hadiri Deklarasi Paguyuban Driver Ambulance 24 Jam

Ayu Lestari • Senin, 30 Oktober 2023 | 13:43 WIB

APRESIASI: Ketua PDA Jatim Rudi Hartono memberikan piagam penghargaan kepada pembina sekaligus penasihat Yayasan Banyuwangi Relawan 24 Jam Desi Prakasiwi di Pantai Marina Boom, Sabtu (28/10).
APRESIASI: Ketua PDA Jatim Rudi Hartono memberikan piagam penghargaan kepada pembina sekaligus penasihat Yayasan Banyuwangi Relawan 24 Jam Desi Prakasiwi di Pantai Marina Boom, Sabtu (28/10).
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Yayasan Banyuwangi Relawan 24 Jam resmi dideklarasikan, Sabtu kemarin (28/10).

Deklarasi berlangsung di Pantai Marina Boom yang diikuti ratusan relawan Paguyuban Driver Ambulance (PDA) dari Jawa, Madura, Bali (Jamali).

Deklarasi dihadiri perwakilan Polresta Banyuwangi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, dan Ketua PDA Jatim Rudi Hartono.

Pengusaha muda asal Muncar Hj. Desi Prakasiwi didapuk menjadi pembina sekaligus penasihat Yayasan Banyuwangi Relawan 24 Jam.

Desi menjelaskan, driver ambulans memiliki peranan penting dalam membantu pihak medis untuk penanganan kedaruratan.

Kehadiran PDA sangat penting di masyarakat.

Anggota PDA bisa saling memberikan saran, masukan, serta kekurangan satu sama lain.

“Tugas driver ambulans harus sigap dalam urusan kedaruratan, terlebih pasien yang perlu penanganan cepat. Kami memberikan apresiasi kepada PDA yang telah mendeklarasikan Yayasan Banyuwangi Relawan 24 Jam ini,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Saat ini Desi merupakan calon legislatif (caleg) DPRD Banyuwangi dari PDI Perjuangan.

Dia mendapatkan nomor urut 3 untuk daerah pemilihan (dapil) 3 meliputi Muncar, Srono, Tegaldlimo, dan Cluring.

Desi mengatakan, deklarasi Yayasan Banyuwangi Relawan 24 Jam yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda sekaligus menekankan pentingnya peran driver ambulans.

Driver ambulans memegang peran krusial karena posisinya sebagai Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan (PPGD).

Merekalah yang pertama kali merespon kegawatdaruratan pasien yang memerlukan penanganan cepat.

Salah satu kemampuan yang penting dimiliki para driver ambulans adalah menganalisa kegawatdaruratan pasien yang akan diangkut menuju rumah sakit.

Untuk itulah driver ambulans sebagai first responder harus dapat memberikan respon yang baik sehingga memberikan hasil yang baik.

TABUNG OKSIGEN: Ketua PDA Jatim Rudi Hartono menunjukkan peralatan dan kelengkapan ambulans kepada Kanit Kamsel Ipda Gatot Tri Handoko dan Desi Prakasiwi.
TABUNG OKSIGEN: Ketua PDA Jatim Rudi Hartono menunjukkan peralatan dan kelengkapan ambulans kepada Kanit Kamsel Ipda Gatot Tri Handoko dan Desi Prakasiwi.
“Driver ambulans harus selalu meng-update pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan pasien, terutama pasien dengan cedera serius. Pertolongan pertama sangat enentukan pasien,” ujar Desi.

Ketua PDA Jatim Rudi Hartono menambahkan, Kopdargab#2 Paguyuban Driver Ambulance mengusung tema ”Sambang Dulur Pucuk Wetan Pulau Jawa”.

Tujuannya untuk menjalin silaturahmi antarkru ambulans.

“Pertemuan ini diadakan untuk lebih meningkatkan ikatan emosional sesama kru. Karena kesibukan masing-masing kru dalam melayani masyarakat, hari ini (kemarin) kita bertemu untuk meningkatkan ikatan silaturahmi," kata Rudi.

Kanit Keamanan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Gatot Tri Handoko menjelaskan, tugas driver ambulans berbeda dengan driver lainnya.

Driver ambulans bertanggung jawab membawa orang yang terluka atau sakit.

Keadaan juga menentukan tugas mereka.

Pengemudi ambulans harus memiliki keterampilan dan kualifikasi di atas rata-rata driver kendaraan darat seperti umumnya.

Menurut Gatot, menjadi driver darurat harus memiliki pengetahuan tentang aturan dan undang-undang mengemudi selain skill tinggi.

Berhadapan dengan kondisi berat setiap bertugas, ada spesifikasi khusus dari seorang sopir ambulans.

“Kemampuan mereka tidak terbatas pada mengemudikan mobil dengan cepat, namun harus sesuai dengan SOP. Salah satunya jangan membunyikan sirine saat di dalam ambulans tidak ada pasien,” tegas Gatot

Editor : Syaifuddin Mahmud
#jawa #relawan #Pantai marina boom #bali #ambulance #24 jam #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #madura #muncar