Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

7 Kursi Dewan Dipastikan Diisi Wajah Baru, ’Hanya’ 43 Anggota Lama Maju di Pemilu 2024

Gareta Yoga Eka Wardani • Rabu, 23 Agustus 2023 | 22:00 WIB
PENGECEKAN: Ari Mustofa (kiri) bersama petugas melakukan pencermatan dokumen perbaikan pendaftaran bacaleg di kantor KPU Banyuwangi, Jumat (11/8).
PENGECEKAN: Ari Mustofa (kiri) bersama petugas melakukan pencermatan dokumen perbaikan pendaftaran bacaleg di kantor KPU Banyuwangi, Jumat (11/8).

RadarBanyuwangi.id – Coblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 bakal digelar 174 hari ke depan. Peta persaingan perebutan kursi DPRD Banyuwangi semakin menarik dicermati.

Terlebih, tujuh di antara 50 kursi wakil rakyat Bumi Blambangan tersebut dipastikan bakal diisi oleh ”wajah baru”.

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi telah menetapkan Daftar Calon Sementara (DCS) Pemilihan Anggota DPRD Banyuwangi pada Sabtu lalu (19/8).

Mengacu DCS tersebut, jumlah bakal kandidat yang bakal bersaing memperebutkan kursi DPRD Banyuwangi mencapai 651 orang.

Berdasar penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), ternyata tidak semua anggota DPRD periode 2019–2024 terdaftar dalam DCS Pemilu 2024 tingkat Banyuwangi.

Ada tujuh orang yang tidak terdaftar sebagai bakal kandidat yang bakal bersaing berebut kursi dewan Bumi Blambangan. Artinya, kursi yang mereka tinggalkan pasti akan diisi dengan ”wajah baru”.

Di sisi lain, ada beberapa ”wajah baru” namun berstatus ”stok lama” yang kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2024.

Ya, dari 651 orang yang terdaftar dalam DCS, sebanyak enam orang di antaranya merupakan mantan anggota DPRD Banyuwangi periode 2014–2019. Sedangkan sisanya, yakni 638 orang benar-benar pendatang baru. 

Sementara itu, di antara tujuh wakil rakyat yang tidak lagi mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Banyuwangi, ternyata tidak semuanya ”absen” dari kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Basir, misalnya.

Anggota DPRD asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini memilih maju sebagai sebagai bakal calon anggota DPR RI dari parpol yang sama.

Selain itu, ada pula ada dua anggota DPRD Banyuwangi yang maju sebagai bacaleg DPRD Provinsi Jatim.

Mereka adalah Ali Mustofa dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Syamsul Arifin asal PPP. Sedangkan empat anggota DPRD yang lain tidak mendaftar sebagai bacaleg karena sejumlah alasan.

Basir mengaku ingin memberikan ruang bagi para kader lain dari partainya untuk berkontestasi pada pemilihan anggota DPRD Banyuwangi.

”Selain perintah dari partai, saya juga ingin pengkaderan di bawah dapat terus berjalan. Saya dapat lebih berkontribusi dalam membangun negeri dengan cakupan yang semakin luas yaitu sebagai anggota DPR RI,” ujarnya, Selasa (22/8).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Banyuwangi itu menambahkan, selain dirinya, ada pula anggota DPRD lain asal PPP yang ”naik tingkat” menjadi bakal calon anggota DPRD Jatim, yakni Syamsul Arifin.

”Sedangkan Syahroni ’jaga gawang’ di tingkat kabupaten, dan yang terakhir Hasanuddin terpaksa harus berhenti karena sakit dan faktor usia,” beber Basir.

Selain Syamsul Arifin, Ali Mustofa dari Partai Nasdem turut mencoba peruntungan di tingkat provinsi.

Ketua Fraksi Nasdem pada DPRD Banyuwangi itu mengungkapkan niatnya untuk maju di tingkat provinsi tidak hanya atas dasar perintah partai.

Lebih dari itu, sebagai anak daerah dari Kecamatan Muncar, Ali ingin meningkatkan taraf ekonomi para nelayan.

Selain itu, dua anggota DPRD Banyuwangi yang kini masih menjabat sebagai anggota Komisi I yaitu Suyatno dan Made Suwastiko memutuskan tidak mendaftarkan diri sebagai bacaleg.

Suyatno mengaku keputusan tersebut diambil karena faktor kesehatan dan usia.

”Pengabdian saya di pemerintahan sudah cukup lama. Sudah dua periode menjadi Kepala Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, dan dua kali menjabat sebagai anggota DPRD. Selain faktor usia, saya masih dalam masa penyembuhan akibat penyakit liver yang saya derita,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Made Suwastiko. Politikus partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memutuskan tidak maju lagi sebagai bacaleg untuk memberikan kesempatan kepada para kader lain asal partai berlogo banteng moncong putih tersebut.

”Saya sudah dilantik tiga kali, sekarang waktunya para kader lainnya terutama yang muda untuk berjuang,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu mantan anggota dewan periode 2014–2019 yang kembali nyaleg tahun ini, yakni Punjul Ismuwardoyo, mengaku memantapkan hati untuk kembali terjun di dunia politik.

Kali ini, Punjul mendaftarkan diri melalui partai yang berbeda. Saat terpilih sebagai anggota dewan melalui Pemilu 2014 lalu, Puncul maju sebagai caleg dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sedangkan pada Pemilu 2024, dia maju sebagai bacaleg Partai Nasdem.

Warga Kecamatan Tegaldlimo ini memutuskan untuk maju kembali sebagai bacaleg karena merasa ada tugas yang belum tuntas saat dipercaya sebagai anggota dewan pada periode yang lalu.

Selain itu, masih banyak pendukungnya yang berharap Punjul kembali menjadi perwakilan mereka di kursi dewan.

”Banyak pendukung saya yang berkeluh kesah dan menginginkan saya kembali sebagai DPRD. Selain itu, ada dorongan dari para penggiat budaya dan pemangku adat yang berharap saya menjadi wakil mereka di bidang kebudayaan. Karena itu saya memantapkan diri untuk mendaftar kembali,” beber Punjul.

Sementara itu, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan pada KPU Banyuwangi Ari Mustofa menyampaikan aturan bagi anggota DPRD Kabupaten yang ingin mendaftar sebagai DPRD provinsi atau pun DPR RI.

Dikatakan, syarat utama untuk mendaftar sebagai bacaleg DPRD provinsi dan DPR RI adalah mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing partai. (rei/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#petahana #DPRD Banyuwangi #dprd jatim #kpu banyuwangi #kader #wajah baru #dcs #caleg