RADAR BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bondowoso mulai mengarah ke kawasan Gunung Rante, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Pergerakan api yang dipengaruhi angin kencang dan berubah-ubah membuat Polresta Banyuwangi meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat patroli serta menyiapkan penyekatan agar api dan bara tidak menembus kawasan hutan Banyuwangi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius lantaran vegetasi kering di kawasan lereng berpotensi menjadi jalur rambatan api. Sejak Rabu (30/9), Polsek Licin bersama unsur lintas sektoral melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Patroli dipimpin Kapolsek Licin AKP Karyadi dengan menyisir kawasan lereng dan memantau arah pergerakan api dari wilayah perbatasan.
“Fokus utama kami saat ini adalah mendeteksi arah rambatan api sedini mungkin. Karakteristik tiupan angin di puncak gunung saat ini berembus kencang dan berubah-ubah, sehingga pergerakan api sulit diprediksi,” ujar Karyadi kemarin (1/10).
Pantau Jalur Angin, Siapkan Penyekatan
Selain pemantauan secara visual, kepolisian memperkuat koordinasi dengan Perhutani KPH Banyuwangi Barat dan relawan lokal. Komunikasi antarlembaga dilakukan untuk mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan perubahan arah rambatan api.
Penyekatan dini juga disiapkan untuk mengantisipasi bara atau api yang berpotensi melompat menuju kawasan lereng Gunung Rante dan hutan di sekitarnya.
Fokus pengawasan diarahkan pada jalur yang memiliki vegetasi kering dan berpotensi menjadi media rambatan. Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang membuat arah pergerakan api sulit dipastikan.
Karena itu, petugas tidak hanya mengandalkan penanganan setelah api mendekat. Pemantauan dilakukan sedini mungkin agar potensi pergerakan karhutla dapat diketahui dan diantisipasi sebelum memasuki wilayah Banyuwangi.
Warga Diminta Tak Picu Api
Di tengah meningkatnya kewaspadaan tersebut, masyarakat yang tinggal di kawasan lereng diminta ikut mencegah munculnya titik api baru. Kepolisian mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Karyadi meminta warga tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan metode pembakaran. Puntung rokok juga diminta tidak dibuang sembarangan, terutama ketika berada di sekitar kawasan hutan dan lahan dengan vegetasi kering.
“Kami minta masyarakat tidak membakar sampah, dilarang membuka lahan dengan cara dibakar, serta jangan membuang puntung rokok sembarangan di area hutan,” tegasnya.
Langkah patroli dan penyekatan tersebut menjadi upaya preventif untuk menjaga kawasan hutan Banyuwangi dari ancaman perluasan karhutla. Pemantauan arah angin, kondisi vegetasi, serta koordinasi lintas lembaga akan menjadi bagian penting dalam mengantisipasi pergerakan api dari wilayah Bondowoso. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin