RADAR BANYUWANGI – Kedai De’ Gentong Guesthouse & Resto di Dusun Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, hangus terbakar saat tengah tutup, Minggu dini hari (27/9). Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik di bagian dapur itu menghanguskan bangunan berukuran sekitar 12 x 18 meter dan menyebabkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 70 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah peralatan operasional kedai ikut ludes dilalap api.
Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, warga melihat kobaran api dan kepulan asap tebal dari arah kedai.
Laporan kemudian diterima Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi pada pukul 00.47 WIB.
Petugas langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 01.02 WIB, armada dan personel pemadam tiba di tempat kejadian.
Sembilan Personel Dikerahkan
Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, sembilan personel gabungan diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Personel berasal dari Regu Brama 1, Regu Brama 2, Bidang Pemadam, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Penanganan juga dibantu personel Polri dan warga sekitar.
“Sebanyak sembilan personel gabungan dari Regu Brama 1, Regu Brama 2, Bidang Pemadam, dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dikerahkan ke lokasi,” ujar Edy.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pelokalisasian agar api tidak merambat ke bagian bangunan maupun lingkungan sekitar.
Petugas menggelar dua selang berukuran 1,5 inci dan satu selang 2,5 inci untuk melakukan pemadaman.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.43 WIB.
Namun, pekerjaan belum selesai. Petugas melanjutkan proses pendinginan sekaligus penyisiran atau overhaul. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Operasi pemadaman dan penanganan di lokasi akhirnya dinyatakan selesai sekitar pukul 03.01 WIB.
Api Diduga Berawal dari Dapur
Berdasarkan investigasi awal, kebakaran diduga kuat bermula dari korsleting listrik pada instalasi kabel di bagian dapur.
Percikan api diduga kemudian menyambar material kayu pada bagian atap bangunan. Material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar.
Kondisi tersebut diperparah oleh tiupan angin kencang di sekitar lokasi.
Sebelum kejadian, pemilik kedai, Syamsudin, sempat mengecek area dapur untuk memastikan kondisi dalam keadaan aman.
Setelah itu, Syamsudin pergi menuju penginapan yang berjarak sekitar 40 meter dari kedai.
Tidak lama berselang, kobaran api terlihat dari arah kedai yang dalam kondisi tidak beroperasi.
Peralatan Usaha Ikut Ludes
Kebakaran tidak hanya menghanguskan bagian bangunan. Sejumlah peralatan yang digunakan untuk operasional usaha juga ikut terbakar.
Di antaranya tiga unit kulkas, fryer, kompor, microwave, etalase, lemari, serta meja dan kursi.
Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 70 juta.
Tidak adanya korban jiwa maupun luka menjadi satu-satunya kabar baik dari kejadian tersebut. Meski demikian, peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa instalasi listrik menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian serius, terutama pada bangunan usaha yang memiliki banyak perangkat elektronik.
Edy mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Pemeriksaan diperlukan untuk mendeteksi kabel atau sambungan listrik yang berpotensi mengalami kerusakan sebelum berkembang menjadi sumber kebakaran. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin